News
·
26 Maret 2021 20:08

Wabup Kuningan Minta Jalan yang Terputus di Desa Windusari Segera Ditangani

Konten ini diproduksi oleh ciremaitoday
Wabup Kuningan Minta Jalan yang Terputus di Desa Windusari Segera Ditangani (191479)
Wakil Bupati Kuningan, Ridho Suganda saat meninjau lokasi jalan amblas penghubung Desa Windusari menuju Desa Kertayuga di Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan. (Andri Yanto)
Ciremaitoday.com, Kuningan - Wakil Bupati Kuningan, HM Ridho Suganda meminta agar akses jalan yang terputus di Desa Windusari ke Desa Kertayuga di Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, segera ditangani.
ADVERTISEMENT
Sebab akses itu menjadi satu-satunya penghubung warga Desa Kertayuga menuju ke desa-desa lain. "Saya minta masyarakat tetap tenang," kata Wabup Edo sapaan akrab Wakil Bupati Kuningan- ketika meninjau lokasi jalan amblas, Jumat (26/3/2021).
"Kita dari pemerintah daerah melalui BPBD dan dinas terkait akan segera melakukan upaya-upaya dan langkah-langkah perbaikan. Sebab jalan ini merupakan akses satu-satunya masyarakat Desa Kertayuga untuk beraktifitas sehari-hari, untuk itu butuh penanganan yang cepat," ujarnya menambahkan.
Edo mengajak, agar warga dari kedua desa yakni Windusari dan Kertayuga bergotong-royong untuk membuat akses penghubung sementara, sambil menunggu alat berat untuk upaya perbaikan jalan.
Wabup Kuningan Minta Jalan yang Terputus di Desa Windusari Segera Ditangani (191480)
Wakil Bupati HM Ridho Suganda meninjau rumah warga Desa/Kecamatan Nusaherang yang terancam terseret material longsor. (Andri Yanto)
"Ke depan, kami melalui dinas terkait perlu membangun akses jalan baru yang akan menghubungkan Desa Kertayuga dengan desa lain. Karena dikhawatirkan peristiwa ini terjadi lagi," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana menambahkan, putusnya akses jalan penghubung Desa Kertayuga dan Desa Windusari merupakan kejadian lanjutan yang terjadi beberapa waktu lalau. Karena 1 bulan sebelumnya, jalan tersebut mengalami longsor namun masih bisa dilalui kendaraan roda dua dan sedang dilakukan tahap perbaikan.
"Tapi akibat hujan deras, kini seluruh jalan terputus total. Otomatis harus ada penanganan yang lebih intens, kita sudah melakukan koordinasi dengan dinas teknis terkait, dan ini sebetulnya sedang dalam proses pengerjaan, mulai dari bawah untuk fondasi, TPT dan sebagainya. Namun dalam proses pengerjaan, jalan akhirnya terputus total," jelasnya.
Sementara Kepala Desa Kertayuga, Sri Nurhaeni mengaku, akses jalan penghubung ini telah mengalami kerusakan sejak tahun 2019, yang diawali dari terputusnya saluran irigasi. Namun kerusakan kembali terjadi dengan longsornya penahan bahu jalan, hingga meluas dan terputus total.
ADVERTISEMENT
"Saya berharap, pemerintah daerah melalui dinas teknis terkait segera melakukan perbaikan akses jalan tersebut. Karena ini merupakan satu-satunya akses masyarakat kami dalam beraktivitas sehari-hari," pungkasnya.