News
·
9 April 2021 15:10

Wali Kota Cirebon Kecewa Lihat Desain Alun-alun Kejaksan

Konten ini diproduksi oleh ciremaitoday
Wali Kota Cirebon Kecewa Lihat Desain Alun-alun Kejaksan (221687)
Wali Kota Cirebon dan jajaran meninjau Alun-alun Kejaksan, Jumat (9/4/2021). (Juan)
Ciremaitoday.com, Cirebon - Wali Kota Cirebon, Jawa Barat, Nashrudin Azis mengkritik desain dan fungsi Alun-alun Kejaksan. Menurutnya, desain Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon kurang menarik dan tidak multifungsi terlebih untuk kegiatan-kegiatan resmi kenegaraan.
ADVERTISEMENT
Hal ini dikatakannya, setelah melakukan peninjauan sebelum soft opening Alun-alun Kejaksan yang sebelumnya beberapa ditunda.
Nashrudin Azis bersama jajaran meninjau secara langsung kesiapan sarana dan prasarana menjelang soft opening Alun-alun Kejaksan yang akan dilakukan pada 12 April 2021 mendatang.
"Sebagai ruang terbuka hijau dan ruang publik bagi masyarakat masih kurang menarik," kata Nashrudin Azis, Jumat (9/4/2021).
Wali Kota Cirebon Kecewa Lihat Desain Alun-alun Kejaksan (221688)
Ia menekankan, sebagai destinasi wisata harus memiliki ciri khas dan keunikan sendiri, lain daripada yang lain, sehingga memunculkan minat masyarakat untuk mengunjungi Alun-alun Kejaksan.
"Setelah saya lihat bersama jajaran, banyak spot atau titik di mana hanya ditanami rumput hijau saja. Harusnya ada daya tarik yang bisa membuat masyarakat ada minat datang ke sini dan kerasan (betah). Misalnya ada air mancur yang bisa 'berjoget' atau yang lainnya," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Ia melanjutkan, Alun-alun Kejaksan tidak hanya dijadikan sarana rekreasi dan edukasi, tapi juga akan digunakan untuk kegiatan-kegiatan kenegaraan, baik formal maupun non formal.
"Supaya lebih tertib, instansi terkait harus tegas tidak boleh ada PKL masuk ke Alun-alun Kejaksan karena akan menjadi tempat kegiatan kenegaraan," tuturnya.
Ia juga meminta, adanya penataan tempat parkir dalam radius tertentu area Alun-alun Kejaksan steril dari parkir kendaraan roda dua dan roda empat.
Senada dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cirebon, Syahroni. "Supaya lebih menarik harus banyak ditambahkan aksesoris, di sini tidak ada air mancur dan spot foto yang representatif pun tidak ada," katanya.