Tekno & Sains
·
29 April 2021 19:15

Mengenal Kawah di Permukaan Bulan dan Proses Pembentukannya

Konten ini diproduksi oleh Rendy Darma
Mengenal Kawah di Permukaan Bulan dan Proses Pembentukannya (315051)
searchPerbesar
Ilustrasi bulan purnama. Foto: pixabay
Bulan adalah objek langit yang paling dekat dengan bumi. Objek ini selalu menarik untuk diamati, dianalisis, dan bahkan hingga dikunjungi. Jarak rata-rata bulan ke bumi sekitar 384.400 km dan memiliki diameter sekitar 3.476 km.
ADVERTISEMENT
Pada saat purnama, bulan akan tampak kira-kira seukuran uang koin Rp 500 jika dilihat dari bumi secara langsung dengan mata, tanpa bantuan alat seperti teropong ataupun teleskop. Tanpa alat bantu sekalipun, kita sudah dapat melihat permukaan bulan dengan cukup jelas. Setidaknya, terlihat dengan jelas daerah-daerah gelap di permukaan bulan.
Mengenal Kawah di Permukaan Bulan dan Proses Pembentukannya (315052)
searchPerbesar
Citra Bulan Purnama terakhir tahun 2020, diamati pada 29 Desember 2020 di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Sumber: Rendy Darma.
Dulu, ilmuwan mengira bahwa daerah-daerah gelap di permukaan bulan adalah lautan. Oleh karena itu, sebagian besar daerah-daerah tersebut dinamakan dengan 'Mare' yang berarti Lautan dalam bahasa latin. Kenyataannya, daerah-daerah gelap di permukaan bulan ini sebenarnya adalah kawah-kawah purba yang terbentuk dari hantaman asteroid dan meteorit miliaran tahun lalu, di masa-masa awal pembentukan bulan.
Hantaman tersebut mengakibatkan lava panas dari bagian bawah permukaan bulan mengalir ke bagian atas. Kemudian membeku dalam kurun waktu miliaran tahun, dan saat ini tampak sebagai daerah-daerah gelap di permukaan bulan. Beberapa contoh kawah purba di permukaan bulan adalah Mare Imbrium, Mare Serenitatis, Mare Tranquillitatis, dan Mare Crisium.
ADVERTISEMENT
Sampai saat ini, permukaan bulan masih terus dihantam oleh asteroid dan meteorit akibat tidak adanya atmosfer yang dapat menghambat objek-objek langit untuk mencapai permukaan bulan. Kawah-kawah baru yang terbentuk dan relatif muda di permukaan bulan biasanya ditandai dengan penampakan warna kawah yang lebih terang. Beberapa contoh kawah muda di permukaan Bulan adalah Kawah Tycho, Kawah Copernicus, Kawah Aristarchus, dan Kawah Kepler.
Ilmuwan membagi lima periode geologi yang terjadi di permukaan bulan, yaitu:
  • pre-Nectarian System, 3,92-4 miliar tahun lalu,
  • Nectarian System, 3,85-3,92 miliar tahun lalu,
  • Imbrian System, 3,2-3,92 miliar tahun lalu,
  • Eratosthenian System, 1,1-3,2 miliar tahun lalu,
  • Copernican System, 1,1 miliar tahun lalu hingga saat ini.
Data hasil survei dari misi eksplorasi wahana antariksa Chang'E milik China baru-baru ini memberikan informasi berharga mengenai usia kawah-kawah di permukaan bulan. Hasil penelitian dari kelompok ilmuwan asal China, Italia, dan Eslandia pada tahun 2020 menunjukkan bahwa sebagian besar kawah di permukaan bulan terbentuk pada periode Nectarian System dan Copernican System, dengan ukuran diameter kawah yang paling banyak diamati berada pada rentang 5-50 km.
ADVERTISEMENT
Saat ini wahana antariksa Chang'E masih melakukan eksplorasi di permukaan bulan. Kita berharap misi ini akan memberikan informasi yang semakin menarik mengenai tetangga terdekat bumi kita ini.
Mengenal Kawah di Permukaan Bulan dan Proses Pembentukannya (315053)
searchPerbesar
Peta distribusi kawah yang teridentifikasi di permukaan Bulan pada periode geologi yang berbeda. Data diperoleh dari misi eksplorasi wahana antariksa Chang'E milik China. Sumber: Yang dkk. (2020).