kumparan
28 Okt 2018 15:35 WIB

Semangat Baru 'King of The African Road' di Madagaskar

(Foto: Facebook Ronald Yomar)
Anda pernah mendengar King of The African Road? Bagi pencinta mobil klasik Peugeot 504, julukan ini pasti sudah tidak asing untuk mereka. Ya, julukan ini merupakan penggambaran untuk Peugeot 504, mobil pabrikan Prancis yang diproduksi antara tahun 1968 sampai 1981. Selain King of African Road, Peugeot 504 digambarkan pula sebagai Africa’s workhorse.
ADVERTISEMENT
Mobil yang memulai debutnya pada ajang Geneva International Motor Show 1968 ini berhasil meraih penghargaan European Car of the Year di tahun 1969. Meskipun secara umum Peugeot 504 memang terlihat seperti mobil perkotaan biasa, mobil ini pernah menjuarai berbagai kejuaraan rally dunia, antara lain ajang 23rd Safari Rally (1975), dan Rallye du Maroc (1975-1976).
Di Afrika, Peugeot 504 jenis sedan dan wagon memang dikenal sebagai mobil keluarga yang tangguh dan menjadi simbol status sosial di masanya. Ketangguhan Peugeot 504 yang mampu bertahan di ekstremnya medan dan kondisi cuaca Afrika inilah yang menyebabkan mobil berlambang singa ini mendapatkan julukan King of The African Road.
Penggambaran sebagai Africa’s workhorse sendiri diberikan oleh LA Times karena mobil ini banyak digunakan sebagai taksi (jenis sedan), kendaraan pengangkut penumpang umum (jenis wagon), dan kendaraan pengangkut barang (jenis pick up) di banyak negara Afrika.
Peugeot 504 jenis pick up di Antananarivo, Madagaskar. (Foto: Facebook Ronald Yomar)
ADVERTISEMENT
Sampai saat ini, berbagai jenis Peugeot 504 masih banyak digunakan di jalanan negara-negara Afrika, khususnya di negara bekas kolonialisme Prancis, seperti Maroko, Tunisia, Senegal, Chad, Mauritania, Burkina Faso, Mali, hingga Madagaskar. Minimnya perawatan yang dibutuhkan dan ketersediaan spare part di hampir seluruh pelosok Afrika juga mendukung keberlangsungan keberadaan mobil ini.
Di Madagaskar sendiri, Africa’s workhorse sangat mudah terlihat di jalanan, berdampingan dengan berbagai mobil baru dan modern lainnya. Namun yang menarik adalah mobil ini mulai mendapat perhatian kembali dari pemiliknya. Beberapa Peugeot 504 di jalanan Madagaskar, khususnya yang berjenis sedan dan wagon, meluncur dengan anggun dalam kondisi terawat.
“Mungkin mereka mulai berminat merawat Peugeot 504-nya karena tertarik dengan Barong, Peugeot 504 saya, mbak," gurau Ronald Yomar, saat berbincang terkait perkembangan Peugeot 504 melalui WhatsApp.
ADVERTISEMENT
Gurauan Ronald, WNI yang ikut bergabung dengan perkumpulan pemilik mobil 504 dan 505 bernama 5Mada di Madagaskar, sepertinya bukan sekadar omong kosong. Nyatanya, Peugeot 504 miliknya mendapatkan medali untuk kategori Peugeot 504 Terbaik saat pertemuan pertama 5Mada yang diselenggarakan di tahun 2012.
Setelah itu, banyak anggota 5Mada yang bertanya secara langsung mengenai warna dan jenis cat, bengkel, serta bertukar pengalaman mengenai perawatan atau modifikasi yang diperlukan untuk mempercantik Barong kepada Ronald. Bahkan rekan kerja Malagasy-nya sering mengatakan bahwa semua orang (di Antananarivo, ibu kota Madagaskar) memperbaiki 504-nya karena Ronald.
Ronald dan Barong yang mendapatkan medali untuk kategori Peugeot 504 Terbaik saat pertemuan pertama 5Mada di tahun 2012. (Foto: Facebook Ronald Yomar)
ADVERTISEMENT
Ronald yang telah tinggal di Madagaskar selama lebih dari 15 tahun ini dengan senang hati berbagi hal-hal seputar perawatan dan modifikasi Peugeot 504 tanpa takut merasa tersaingi. Berbagi informasi dan pengalaman dianggapnya sebagai sesuatu yang bermanfaat karena justru menambah wawasannya. Bahkan dia mengakui ingin mencoba bengkel tertentu yang pernah digunakan jasanya oleh teman di 5Mada untuk mempercantik Barong.
Dibesarkan di keluarga penyuka mobil retro, Ronald memilih Peugeot 504 coupe buatan Prancis tahun 1978 sebagai kendaraan sehari-harinya. “Peugeot 504 ini mesinnya bertenaga 1.800 cc dengan 4 silinder, mesin yang kuat di masa itu”, jelasnya.
Bentuk badan mobil yang dianggap seksi serta suspensi yang nyaman dan kokoh juga menjadi alasan pemilihan mobil yang dinamai Barong tersebut. Kemudahan ketersediaan spare part dan aksesoris mobil juga menjadi bahan pertimbangannya sebelum akhirnya memutuskan untuk menggunakan King of The African Road tersebut pada tahun 2010.
Barong di Pameran Auto-Moto Madagaskar, 8-11 Desember 2016. (Foto: Facebook Ronald Yomar)
ADVERTISEMENT
Barong yang awalnya anggun berwarna hijau muda dicat ulang menjadi warna coklat susu di tahun 2014. Modifikasi mobil ceper, pemakaian sepatu dengan velg racing ukuran 15 dan ban yang diberi strip putih menjadikan Barong terlihat lebih sporty.
Dengan tampilan barunya tersebut, Barong dipilih sebagai perwakilan 5Mada dalam Pameran Auto-Moto Madagaskar yang diselenggarakan di Antananarivo pada 8–11 Desember 2016. Bahkan baru-baru ini Barong dijuluki Peugeot 504 Terbaik di Madagaskar oleh koran setempat, L’Express saat pertemuan pemilik berbagai tipe Peugeot di Madagaskar, September 2018.
Pertemuan 5Mada di Antananarivo, Madagaskar. (Foto: Facebook Ronald Yomar)
“Sekarang ini sudah banyak 504 yang lebih bagus dari Barong," katanya. “Siapa tahu, beberapa tahun ke depan Peugeot 504 bisa kembali berjaya dan menjadi simbol status sosial di Madagaskar”, harapnya.
Peugeot E-Legend berdampingan dengan Peugeot 504. (Foto: https://www.carmagazine.co.uk/car-news/first-official-pictures/peugeot/e-legend-concept/)
ADVERTISEMENT
Peugeot 504 memang pernah berjaya di masanya, bahkan dianggap sebagai sedan produksi Peugeot terbaik. Peugeot baru-baru ini telah meluncurkan mobil konsep bernama E-Legend yang terinspirasi dari model Peugeot 504 coupe yang lahir 50 tahun lalu.
Meskipun masih berbentuk mobil konsep, mobil listrik E-Legend yang berpenampilan futuristik ini dianggap sebagai reinkarnasi keren 504 coupe di masa depan. Kehadiran E-Legend di acara Paris Motor Show 2018 pada 4-14 Oktober 2018 di Porte de Versailles, Paris seakan membawa harapan dan semangat baru untuk kebangkitan 504 di masa mendatang.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan