kumparan
search-gray
News1 Agustus 2017 16:36

Akibat Pemanasan Global Ribuan Petani India Bunuh Diri

Konten Redaksi kumparan
Petani di India
Petani di India (Foto: AP Photo/Mahesh Kumar)
Pemanasan global tidak hanya mengancam lingkungan, namun juga memicu meningkatnya angka bunuh diri di India. Setiap tahunnya ada ribuan petani India yang bunuh diri lantaran suhu bumi yang terus meningkat.
ADVERTISEMENT
Salah satunya adalah suami Rani yang tewas setelah menenggak pestisida lantaran kekeringan merusak panen mereka. "Tidak ada hujan. Bahkan untuk minum, kami hanya mendapatkan air sekali dalam 10 hari," ujar wanita 44 asal Tamil Nadu ini, seperti dikutip Associated Press, Selasa (1/8).
Rani adalah salah satu dari banyak petani yang menggelar aksi demo menuntut pemerintah turun tangan mengatasi gagal panen. Mereka menuntut perbaikan saluran irigasi, subsidi, dan peningkatan harga hasil panen.
Setengah dari 1,3 miliar populasi India mengandalkan sektor pertanian sebagai mata pencaharian mereka. Namun pekerjaan yang diharapkan bisa untuk mengisi perut diri dan keluarga malah justru memaksa mereka mengakhiri hidup.
Para petani bunuh diri lantaran tanaman mereka rusak akibat kemarau panjang dan hujan yang tak kunjung turun. Padahal mereka bergantung dari panen pertanian untuk membayar utang dan menghidupi keluarga.
ADVERTISEMENT
Menurut Vikram Patel, psikiater asal India dari Harvard Medical School di Boston, pemerintah India juga secara tidak langsung menyumbang peningkatan angka bunuh diri. India memberikan uang kompensasi bagi keluarga petani yang bunuh diri. Hal ini membuat petani memilih bunuh diri agar keluarga mereka dapat uang.
Petani di India
Petani di India (Foto: AP Photo/Mahesh Kumar)
Tamma Carleton, peneliti dari fakultas ekonomi dan agrikultur di University of California, Berkeley, mengatakan pemanasan global menyumbang meningkatnya angka pembunuhan di India hingga 6,8 persen.
Berdasarkan data Biro Catatan Kriminal Nasional India antara tahun 1967 hingga 2013, Carleton menemukan ada lebih dari 59 ribu bunuh diri petani akibat gagal panen.
Sementara Menteri Pertanian India Radha Mohan Singh pada Kamis lalu di hadapan parlemen mengatakan ada 11.458 petani bunuh diri pada 2016 - terendah dalam dua dekade terakhir. Tahun lalu cuaca memang bersahabat, curah hujan normal dan panas sedang.
ADVERTISEMENT
Namun Singh mengaku adanya peningkatan hingga 9 persen angka bunuh diri dalam dua tahun terakhir. Data menunjukkan, 58 persen dari 12.602 petani bunuh diri pada 2015 karena bankrut, terlilit utang, atau masalah pertanian lainnya. Biasanya petani yang bunuh diri hanya memiliki lahan garapan kecil, kurang dari 2 hektar.
Data yang dirilis lembaga penelitian Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) di Amerika Serikat menunjukkan hubungan yang lebih gamblang antara meningkatnya panas dengan angka bunuh diri petani India.
Petani di India
Petani di India (Foto: AP Photo/Mahesh Kumar)
Untuk setiap peningkatan suhu 1 derajat Celcius saja pada temperatur di atas 20 derajat, menurut penelitian PNAS pada Senin (31/7), rata-rata ada 67 petani yang bunuh diri.
Angka bunuh diri petani India diperkirakan masih akan meningkat, jika mengingat petani di negara itu yang masih mengandalkan cara tradisional untuk pengairan, yaitu berharap pada keberkahan hujan. Pasalnya suhu rata-rata India diperkirakan akan meningkat 3 derajat C pada tahun 2050, berpotensi memicu kekeringan parah dan badai besar.
ADVERTISEMENT
Menurut Patel, hal ini menunjukkan bahwa pertanian adalah salah satu lahan pekerjaan yang berisiko tinggi.
"Pesannya adalah: pertanian adalah lahan pekerjaan yang berisiko, dengan pendapatan tahunan yang disandera oleh cuaca, dan semakin rawan di masa perubahan iklim," kata Patel.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white