• 0

AS Akan Gelar Electoral College, Tahap Terakhir Penentu Kemenangan Trump

AS Akan Gelar Electoral College, Tahap Terakhir Penentu Kemenangan Trump



Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

Donald Trump ketika berpidato dalam acara USA Thank You Tour di Hershey (Foto: Reuters)
Amerika Serikat akan menggelar Electoral College, tahapan terakhir dari rentetan proses panjang pemilihan umum di negara tersebut. Proses ini sekaligus akan meneguhkan kemenangan Donald Trump dari Hillary Clinton.
Sebanyak 538 anggota Electoral College dari 50 negara bagian yang terpilih dalam pemilu 8 November lalu akan melakukan pemilihan kembali calon presiden mereka. Trump memenangkan 306 orang pemilih electoral, sementara Clinton 232 orang. Total yang diperlukan untuk menjadi presiden adalah dukungan dari 270 orang.
Para pemilih electoral akan bertemu di negara bagian masing-masing, biasanya di gedung pemerintah utama, untuk menentukan pilihan.
Clinton memang memenangkan jumlah suara dalam pemilu populer dengan selisih lebih dari 2,8 juta suara dibanding Trump. Namun sejatinya pemilu populer bulan lalu hanya memilih jumlah pemilih electoral yang jumlahnya bervariasi tergantung populasi negara bagian.
Kekalahan satu suara saja di negara bagian tidak akan mendapatkan satu pun pemilih electoral, atau yang dikenal dengan sistem winner-take-all. Pemilih electoral ini yang nantinya akan memilih kembali presiden mereka.
Trump diperkirakan akan tetap menjadi presiden terpilih AS dengan perolehan lebih dari 270 suara dalam Electoral College. Setelah proses ini, surat suara Electoral College akan dihitung secara resmi oleh Kongres pada 6 Januari mendatang, dipimpin oleh Wakil Presiden Joe Biden.
Jika hasil akhir sudah rampung, Trump akan dilantik pada tengah hari tanggal 20 Januari 2017.

Donald TrumpAmerika SerikatNewsInternasional

500

Baca Lainnya