• 1

Donald Trump Si Narsis dan Pemimpin yang Serupa Dengan Dia

Donald Trump Si Narsis dan Pemimpin yang Serupa Dengan Dia



Donald Trump

Donald Trump, presiden terpilih Amerika Serikat. (Foto: Evan Vucci/AP Photo)
Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump disebut mengidap gangguan kejiwaan yang menjadikan dirinya merasa lebih unggul dibanding orang lain. Dalam dunia psikiater, gangguan ini bernama "gangguan kepribadian narsistik".
Sebagai seorang yang narsis, Trump memiliki kekaguman yang berlebih terhadap dirinya sendiri dan merasa orang lain lebih rendah dibanding dirinya. Beberapa orang menyebut dia megalomania, seorang narsis yang gila akan kekuasaan.
Bukan tanpa sebab tudingan kelainan jiwa tersemat pada Trump. Dalam berbagai kampanyanye, Trump kerap membanggakan dirinya sendiri, membuat banyak orang mengernyitkan dahi.
"Keindahan diri saya adalah karena saya sangat kaya," ujar Trump dalam wawancara Mei 2016
"Jari saya sangat panjang dan indah, seperti bagian tubuh saya lainnya," kata Trump dalam kesempatan lain.
Trump bukan pemimpin pertama dengan kecenderungan megalomania dan narsistik. Namun kebanyakan para pemimpin tersebut berakhir mengenaskan setelah membuat negaranya hancur dengan memakan korban jiwa yang tidak sedikit.
Berikut adalah pemimpin yang berjiwa serupa dengan Trump:
Idi Amin
Idi Amin adalah pemimpin bertangan besi Uganda yang sangat cinta pada dirinya sendiri. Memerintah Uganda tahun 1971 hingga 1979, Amin disebut telah membantai 300 ribu warga sipil. Korbannya kebanyakan adalah suku Acholi dan Lango pendukung pemimpin sebelumnya Milton Obote.
Amin mengusir populasi Asia di Uganda, berjumlah antara 50 ribu dan 70 ribu, menyebabkan perekonomian negara itu runtuh dengan nilai perdagangan, manufaktur dan pertanian yang merosot.
Amin disebut seorang megalomania, dia memberikan dirinya sendiri Victoria Cross, penghargaan tertinggi Inggris untuk keberanian. Amin memang merupakan mantan sersan di Militer Inggris.
Pemberontakan di Uganda memaksa Amin kabur ke Libya pada tahun 1979. Dia kemudian lari ke Arab Saudi, dan meninggal dunia di negara itu pada 2003.
Adolf Hitler


Adolf Hitler

Adolf Hitler semasa menjadi pemimpin Nazi. (Foto: Getty Images)
Adolf Hitler adalah pemimpin Nazi di Jerman pada Perang Dunia II. Di bawah kepemimpinannya, Jerman menguasai sebagian besar Eropa Barat. Hitler kerap mengagungkan dirinya sendiri, dia gila kekuasaan sekaligus sangat benci terhadap Yahudi.
Hitler merupakan orator ulung yang mampu mengambil hati ribuan orang dengan pidatonya. Namun dia juga merupakan diktator keji yang diperkirakan telah membantai lebih dari 6 juta orang, kebanyakan Yahudi Eropa di kamp-kamp konsentrasi.
"Kemanusiaan adalah ekspresi kebodohan dan sikap pengecut," ujar Hitler dalam sebuah kesempatan.
Hitler tewas bunuh diri di Berlin bersama kekasihnya Eva Braun setelah bunker persembunyian mereka terkepung pasukan Sekutu Barat pada 30 April 1945.
Joseph Stalin
Perdana Menteri Uni Soviet dan Sekretaris Jenderal Partai Komunis dari 1992 hingga 1953, Joseph Stalin, telah membantai jutaan orang selama masa kepemimpinannya. Stalin dengan tangan besi mengubah Soviet dari negara agragria menjadi superpower dengan industri dan kekuatan militernya yang maju pesat.
Stalin adalah seorang megalomania yang bangga akan dirinya sendiri. Dia menamakan banyak kota dengan namanya, menulis ulang sejarah dengan menyertakan dirinya sebagai tokoh utama, dan menambahi mitos seputar kehidupannya. Namanya bahkan menjadi salah satu kata dalam lagu kebangsaan Soviet.
Stalin meninggal karena stroke pada tahun 1952, jasadnya diawetkan dan dibaringkan di mausoleum Lenin di Lapangan Merah Moskow hingga tahun 1961. Jasadnya akhirnya dikuburkan sebagai bagian dari de-Stalinisasi saat Rusia berada di bawah kekuasaan Nikita Khrushchev.
Rezim Kim

Kim Jong Un

Kim Jong Un bersama para pejabat Korea Utara. (Foto: Reuters)
Rezim keluarga Kim yang menguasai Korea Utara tidak diragukan lagi adalah para penganut Megalomania sekaligus narsis sejati. Betapa tidak, patung-patung Kim Il Sung dan putranya Kim Jong Il berdiri tegak di banyak tempat negara itu. Warga juga wajib menyembah patung-patung tersebut.
Kim Il Sung, pendiri negara itu mengagungkan diri dengan menyematkan gelar di namanya dengan "Matahari", "Pemimpin Tertinggi" dan "Pemimpin Surga". Mitos dan mistis mewarnai ketiga Kim yang memimpin negara itu.
Kim Jong Il, putra Kim Il Sung yang melanjutkan kepemimpinan pada 1994 juga setali tiga uang dengan ayahnya. Kehidupannya dipenuhi mitos, salah satunya adalah soal kelahirannya yang disebut telah diramalkan oleh bintang terang di langit dan memicu pelangi kembar di angkasa.
Kim Jong Un memerintah pada 2011 setelah ayahnya, Kim Jong Un, meninggal dunia. Kendati usianya yang sangat muda dan tidak memiliki pengalaman apa pun di pemerintahan, namun Kim Jong Un juga dianggap manusia setengah dewa oleh rakyat Korut.

Donald TrumpNewsPemilu ASAmerika SerikatInternasional

500

Baca Lainnya