• 0

ISIS Bakar Dua Tentara Turki Hidup-hidup

ISIS Bakar Dua Tentara Turki Hidup-hidup



Video eksekusi dua tentara Turki oleh ISIS

Video eksekusi dua tentara Turki oleh ISIS (Foto: dok. SITE)
Kelompok bersenjata ISIS kembali merilis video eksekusi ke internet. Kali ini korbannya adalah dua tentara Turki yang dibakar hidup-hidup setelah sebelumnya diperlakukan seperti binatang.
Menurut badan pemantau gerakan terorisme, SITE Intelligene Group, yang dikutip Reuters, Jumat (23/12), dua tentara yang dibakar itu adalah tawanan ISIS dalam penyergapan sebelumnya.
Belum ada konfirmasi dari pemerintah Turki terkait video ini. Namun akhir bulan lalu, pejabat militer Turki mengatakan mereka telah kehilangan kontak dengan dua tentara di utara Suriah.
Video ISIS yang dirilis di internet pada 22 Desember itu berdurasi 19 menit. Berjudul "Tameng Salib", video itu menampilkan dua tentara Turki di dalam kandang besi di daerah pinggiran kota Aleppo.
Video dimulai dengan pembuka berupa tayangan video yang menampilkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Baik Turki, Rusia dan AS memerangi ISIS di Suriah.
ISIS memperlihatkan serangan jet Turki di Al-Bab yang menurut mereka telah menewaskan warga sipil. Dalam video itu, ISIS memperlakukan kedua tentara Turki seperti anjing. Mereka dikeluarkan dari kandang, dirantai lehernya dan berjalan dengan cara merangkak.
Kedua tentara berdiri bersebelahan, lalu seorang anggota ISIS menyalakan api yang membakar keduanya hingga tewas. Tidak juga puas, seorang anggota ISIS menyiram jasad keduanya yang hangus dengan bensin hingga api kembali berkobar.
"Kalian membakar Muslim, Wahai pemerintah Turki. Jadi ini adalah takdir kalian atas izin Allah," kata seorang anggota ISIS dalam video itu.
Video ini dirilis selang sehari setelah 16 tentara Turki tewas dalam serangan bom bunuh diri ISIS di kota al-Bab. Pasukan Turki memasuki Suriah pada Agustus lalu untuk membantu pasukan pemberontak dalam melawan tentara rezim Bashar al-Assad, pasukan Kurdi dan ISIS.
Dengan nama sandi Tameng Eufrat, sedikitnya 38 pasukan Turki telah tewas dalam misi di Suriah.
Ini bukan kali pertama ISIS mengeksekusi tawanan dengan cara dibakar. Sebelumnya pada 2015 lalu, ISIS membakar pilot jet tempur Yordania Muadz al-Kasessbeh.
Eksekusi Kasessbeh menuai kecaman dari seluruh dunia, termasuk dari para ulama di banyak negara. Pihak Al-Azhar di Mesir mengatakan tindakan ISIS itu seperti "setan" dan pelakunya "harus dihukum mati."
Ulama ternama Arab Saudi Salman al-Odah dalam akun Twitternya tahun lalu mengatakan bahwa eksekusi dengan cara membakar dilarang oleh Islam.
"Tindakan itu dilarang baik oleh individu atau kelompok. Hanya Allah yang berhak membakar," kata al-Odah seperti dikutip kantor berita Arab News, Februari 2015.

NewsISISSerangan TerorisTerorismeInternasional

500

Baca Lainnya