• 1

Isu Perang Dunia III Ramai di Twitter Usai Pembunuhan Dubes Rusia di Turki

Isu Perang Dunia III Ramai di Twitter Usai Pembunuhan Dubes Rusia di Turki



Penembakan Dubes Rusia untuk Turki

Mevlut Mert Altintas berseru simpati terhadap Aleppo dan Suriah beberapa saat setelah menembak mati Duta Besar Rusia untuk Turki. (Foto: Hasim Kilic/Hurriyet - REUTERS)
Publik di media sosial ramai membicarakan pembunuhan Duta Besar Rusia yang dibunuh di Turki, Andrey Karlov. Isu tidak sedap menyeruak soal kemungkinan pecahnya Perang Dunia III yang dipicu atas pembunuhan tersebut.
Isu ini muncul setelah banyak yang menyamakan kematian Karlov dengan pembunuhan bangsawan Austria, Adipati Agung Franz Ferdinand dari Austria, pewaris takhta Austria-Hungaria, oleh seorang nasionalis Yugoslavia pada tahun 1914 di Sarajevo. Pembunuhan tersebut membuat Austria-Hungaria melancarkan ultimatum terhadap Kerajaan Serbia.

Aliansi internasional dari kedua kubu saat itu langsung bersitegang, dan dalam hitungan minggu kemudian perang pecah di seluruh dunia, mulai dari Eropa hingga Asia. Perang Dunia I berlangsung hingga tahun 1918.
Skenario yang sama ramai dibicarakan di media sosial. Banyak yang menyamakan kematian Franz Ferdinand dengan terbunuhnya Karlov. Netizen berwacana, kematian Karlov bisa jadi akan memicu serangan dari Rusia ke Turki.
Secara teori jika Rusia menyatakan perang dengan Turki maka itu berarti Kremlin juga berperang dengan seluruh anggota NATO. Sebagai anggota NATO, Turki memiliki jaminan perlindungan dari 28 negara anggota lainnya. Serangan terhadap satu negara NATO berarti serangan terhadap semuanya.
Rusia juga tidak sendirian. Selama ini Rusia terkenal menjalin hubungan erat dengan China. Membantu rezim Bashar al-Assad dalam konflik di Suriah, Rusia sudah hampir pasti mendapatkan bantuan dari negara itu jika berperang.

Kedua negara memang pernah bersitegang akibat konflik di Suriah. Belakangan normalisasi hubungan tengah dijalin dan kedua negara terlibat dalam upaya bersama perdamaian Suriah.
Skenario Perang Dunia III memang seksi digelontorkan. Namun diperkirakan hal ini tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengatakan dalam pernyataannya bahwa ini pembunuh Karlov adalah teroris yang akan dicari siapa dalangnya. Putin tidak menyalahkan Turki dalam hal ini dan menyebutnya sebagai provokasi untuk merusak hubungan kedua negara.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga menyampaikan pandangan yang sama. "Pemerintah Rusia dan Turki tidak akan termakan provokasi ini," ujar Erdogan.



Breaking NewsNewsPenembakan Dubes RusiaPerangInternasional

500

Baca Lainnya