• 2

Kapal Induk China Arungi Laut Sengketa, Negara-negara Waspada

Kapal Induk China Arungi Laut Sengketa, Negara-negara Waspada



Kapal induk China, Liaoning

Kapal induk China, Liaoning (Foto: AP/Chinatopix)
Kapal-kapal perang China yang dipimpin sebuah kapal induk mengarungi Laut China Selatan pada Senin (27/12). China berdalih ini adalah latihan perang biasa, namun manuver ini membuat negara-negara di kawasan waspada penuh.
Lima kapal perang China dan Kapal Induk Liaoning berlayar 90 mil laut dari perairan selatan Taiwan. Pemerintah Taiwan mengawasi penuh pergerakan armada tempur laut China tersebut. Pasalnya, kapal-kapal perang itu berlayar di tengah ketegangan baru antara kedua negara.
China sebelumnya meradang setelah Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, pada awal bulan ini berbicara dengan Presiden Taiwan Taiwan Tsai Ing-wen melalui telepon. Seperti banyak negara di dunia, AS menganut kebijakan "satu China" dan menafikan status negara Taiwan. Percakapan Trump dengan Tsai dianggap akan merusak kebijakan yang dianut AS sejak lama itu.
"China dengan tegas menentang interaksi pejabat atau militer antara AS dan Taiwan," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Kemlu.
Pemerintah Taiwan menganggap manuver kapal induk Beijing di Laut China Selatan adalah buntut dari percakapan Trump dan Tsai. Johnny Chiang, anggota parlemen Taiwan mengatakan, China memberi sinyal kemarahannya dengan berlayar melintasi Taiwan dan kepuauan Ryukyu.
Juru bicara Kemlu Taiwan, Chen Chung-chi, mengatakan mereka dalam keadaan siaga. Namun dia membantah Taiwan menurunkan jet tempur dan kapal selam untuk menyambut kedatangan China.
"Tetap waspada dan fleksibel merupakan metode normal dalam menjaga keamanan wilayah udara," kata Chen.
Kewaspadaan sama dilakukan oleh Jepang yang mengaku melihat enam kapal perang China, termasuk Liaoning, melalui jalur laut antara Miyako dan Okinawa menuju Pasifik. Menurut Jepang, kehadiran kapal-kapal perang itu menunjukkan bahwa China kian meningkatkan kemampuan militer mereka.
Pemerintah Beijing mengatakan negara-negara tetangga tidak perlu khawatir, karena latihan perang ini rutin dilakukan dan sesuai dengan hukum internasional.
"Liaoning kami seharusnya bisa berlayar sesuai dengan hukum kebebasan navigasi dan penerbangan yang diatur oleh hukum internasional, dan kami berharap semua pihak bisa menghormati hak China ini," kata juru bicara Kemlu China, Hua Chunying.
Liaoning adalah kapal induk pertama China yang merupakan modifikasi dari kapal peninggalan Uni Soviet. Masih butuh beberapa tahun lagi hingga Liaoning menyamai kemampuan kapal induk Amerika Serikat. Namun perkembangan militer China terbilang sangat pesat dan Beijing dilaporkan tengah mengembangkan kapal induk kedua.

NewsLautJepangInternasionalChinaSengketa Laut Cina Selatan

500

Baca Lainnya