• 2

Kemlu: Masih Ada Sekitar 2.000 TKI di Suriah

Kemlu: Masih Ada Sekitar 2.000 TKI di Suriah



Kehancuran di kota Aleppo, Suriah

Kehancuran di kota Aleppo, Suriah (Foto: Reuters/Omar Sanadiki)
Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan masih ada ribuan TKI di tengah perang sipil di Suriah. Dalam beberapa tahun terakhir, Kemlu telah memulangkan lebih dari 12 ribu WNI dari negara itu ke tanah air.
Juru bicara Kemlu RI Arrmanatha Nasir mengatakan para TKI tersebut adalah korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Indonesia sendiri telah lama secara resmi tidak mengirim tenaga kerja ke Suriah.
Menurut Nasir, ada sekitar 2.000 WNI yang masih ada di negara itu.
"Angka persisnya kita tidak tahu, tidak ada data yang detail, karena mereka masuk ke Suriah dengan cara ilegal," ujar Arrmantha, Jumat (23/12).
Menurut data Kedutaan Besar RI di Suriah, pemulangan pekerja Indonesia dilakukan mulai dari 2012, setahun setelah perang pecah di negara itu. Tahun ini ada 346 WNI yang dipulangkan ke tanah air, 128 di antaranya adalah pekerja ilegal korban TPPO.
Pemerintah RI melakukan moratorium pengiriman TKI ke Suriah sejak 2011. Lalu pada 2015, pemerintah menghentikan pengiriman TKI secara permanen ke negara itu. Jadi, setiap pengiriman TKI ke Suriah saat ini bisa dipastikan ilegal.
Indonesia menurut Arrmanatha adalah salah satu dari sedikit yang masih membuka kedutaan besar di Damaskus.
"Kita masih buka KBRI di Damaskus, selain itu kita juga punya shelter di Aleppo dan satu bagian lagi di Suriah," kata Arrmanatha.
Di Aleppo sendiri Kemlu RI menyediakan penghubung yaitu orang Suriah, yang akan membantu mengeluarkan warga negara Indonesia dari sana.
"Kita masih terus mencari, kita bantu apabila ada orang Indonesia yang harus kita bawa keluar," ujar dia lagi.

NewsSuriahAleppoInternasional

500

Baca Lainnya