• 1

Maskapai Amerika Usir Penumpang karena Berbahasa Arab

Maskapai Amerika Usir Penumpang karena Berbahasa Arab



Pesawat maskapai Delta Airlines dari Amerika Serikat

Pesawat maskapai Delta Airlines dari Amerika Serikat (Foto: Reuters)
Maskapai Delta Airlines mengusir dua orang penumpang dari pesawat karena berbahasa Arab. Kasus ini ramai di media sosial dan memicu seruan boikot terhadadp maskapai asal Amerika Serikat tersebut.
Seperti dikutip Reuters, peristiwa ini menimpa seorang bintang Youtube keturunan Arab bernama Adam Saleh dan kawannya di bandara Heathrow, London, dalam pesawat menuju New York, Rabu (21/12).
Delta Airlines dalam pernyataannya mengatakan bahwa Saleh diusir dari pesawat karena "mengganggu di kabin dengan tindakannya yang provokatif, termasuk berteriak."
Saleh memiliki akun Youtube yang berisikan "prank" atau aksi usil, salah satu aksinya yang paling terkenal adalah eksperimen sosial dengan berbicara Arab di dalam kabin pesawat.
Dalam akun Twitternya, Saleh menegaskan bahwa kali ini dia tidak bercanda. Dia mengatakan bahwa dia sedang berbicara dengan ibunya di telepon saat para penumpang gusar karena bahasanya.
"Kami ditendang dari pesawat @Delta karena berbicara bahasa Arab dengan ibu saya di telepon dan dengan kawan saya," kata Saleh di Twitter.
Saleh juga merekam adegan pengusiran dirinya dan mengunggahnya di Youtube dan Twitter.
Ini bukan kali pertama Delta Airlines mengusir penumpang Muslim akibat hal-hal yang remeh. Sebelumnya Juli lalu, pasangan Muslim AS diusir dari pesawat Delta yang akan terbang dari Paris menuju Cincinnati.
Alasannya sederhana, suami-istri itu terlihat berkeringat dan mengucapkan "Insya Allah" saat di pesawat. Saat itu keduanya hendak pulang setelah berlibur di Paris.
Akibat pengusiran Saleh, seruan boikot Delta Airlines ramai di Twitter. Dengan tanda pagar #boycottdelta netizen mengecam Islamofobia dan diskriminasi yang dilakukan oleh maskapai tersebut.



Namun tidak sedikit juga yang mengecam Saleh yang menurut mereka suka mencari masalah dengan keusilannya.



NewsPesawatInternasionalAmerika Serikat

500

Baca Lainnya