• 0

Pembajak Pesawat Libya Bawa Granat, Mengaku Pro-Khadafi

Pembajak Pesawat Libya Bawa Granat, Mengaku Pro-Khadafi



Afriqiyah Airways

Pasukan militer Malta di landasan di bandara. (Foto: Darrin Zamit/REUTERS)
Pasukan militer Malta telah mengepung pesawat Libya yang dibajak dan dipaksa mendarat. Pembajak mengancam akan membunuh 180 orang di dalamnya.
Seperti dikutip dari Times of Malta, Jumat (23/12), pesawat maskapai Libya Afriqiyah Airlines dibajak dalam penerbangan domestik dari Sebha ke Tripoli dan dipaksa mendarat di Malta.
Saat ini pesawat Airbus A320 itu telah berada di landasan pacu bandara Malta dan dikepung oleh tentara. Mesin pesawat dilaporkan masih menyala, belum diketahui dengan pasti berapa jumlah pembajak.
Pelaku pembajakan mengklaim membawa granat tangan dan akan meledakkannya.
Times of Malta menuliskan, pembajak yang mengaku pro-Khadafi akan membebaskan seluruh penumpang jika tuntutan mereka dipenuhi. Namun belum diketahui apa tuntutan mereka.
Muammar Khadafi adalah mantan pemimpin LIbya yang tewas terbunuh tahun 2011.
Akibat peristiwa ini, seluruh penerbangan di bandara itu dialihkan atau dibatalkan.
Ini adalah pembajakan pesawat pertama di Malta sejak tahun 1985. Peristiwa yang sama terakhir terjadi di negara itu pada 23 November 1985, menimpa pesawat maskapai Mesir, EgyptAir.
Peristiwa 30 tahun yang lalu itu berakhir dengan penuh darah. Sebanyak 62 orang tewas saat tentara Mesir menyerbu ke dalam kabin. Hanya satu dari tiga pembajak yang selamat dan diadili.

LibyaNewsPembajakan PesawatPembajakanInternasional

500

Baca Lainnya