• 1

Pemerintah Turki Tuding Pembunuh Dubes Rusia Terlibat Jaringan Gulen

Pemerintah Turki Tuding Pembunuh Dubes Rusia Terlibat Jaringan Gulen



Pria Penembak Dubes Rusia Mengarahkan Pistol Ke Pengunjung dan Awak Media

Pria penembak Dubes Rusia (Mevlut Mert Altintas) mengarahkan Pistol ke pengunjung dan awak media, pihak keamanan Rusia mengatakan pria tersebut tengah berada di rumah sakit dengan luka tembak (Foto: Burhan Ozbilici/AP)
Pelaku pembunuhan Duta Besar Rusia di Turki, Andrei Karlov, diduga terlibat jaringan Fethulleh Gulen, ulama yang dituding berada di balik kudeta pada Juli lalu di Istanbul.
Polisi dan Kementerian Dalam Negeri Turki mengidentifikasi pelaku penembak Karlov di sebuah galeri seni di Ankara adalah pria berusia 22 tahun bernama Mevlut Mert Altintas.
Walikota Ankara Ibrahim Melih Gokcek yang dikutip berbagai media, salah satunya media Rusia Sputnik, mengatakan pelaku anggota organisasi teroris dan loyalis Gulen.
Altintas bekerja sebagai polisi di distrik Soke, provinsi barat Aydin pada 2014, dan pernah menjadi anggota skuad anti huru hara di ibukota Turki, Ankara.
Lahir di Soke, Provinsi Aydin, pada tanggal 24 Juni 1994, Altintas adalah alumni dari SMA Soke Cumhuriyet Anadolu, dan tercatat sebagai lulusan sekolah kejuruan Polisi Izmi Rustu Unsal.
Para pejabat keamanan Turki mengklaim adanya ‘tanda-tanda yang sangat kuat’ mengenai keterlibatan Altintas dalam organisasi FETO pimpinan Fethullah Gulen.
Gulen dituding berada di balik kudeta militer Turki pada Juli lalu. Kudeta itu gagal menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan dan membuat pemerintah melakukan pembersihan besar-besaran para pengikut Gulen yang disebut teroris.

Penembakan Dubes Rusia untuk Turki

Mevlut Mert Altintas mengarahkan pistolnya ke arah pengunjung beberapa saat setelah menembak mati Duta Besar Rusia untuk Turki. (Foto: Hasim Kilic/Hurriyet - REUTERS)
Puluhan ribu pegawai negeri dan militer di Turki dipecat, salah satunya adalah Altintas.
Gulen berada dalam pengasingan di Pennsylvania, Amerika Serikat, sejak tahun 1999, dan terus diburu oleh pihak berwenang Turki.
“Kejahatan yang dilakukan adalah provokasi yang bertujuan mengganggu normalisasi hubungan Rusia-Turki dan perdamaian di Suriah. Hanya ada satu jawaban untuk ini, meningkatkan perang melawan terorisme,” ujar Erdogan.
Altintas tewas tertembak polisi sekitar 15 menit usai membunuh Karlov. Altintas meneriakkan kata-kata pembelaan terhadap Aleppo dalam peristiwa itu. Diduga motif penembakan adalah protes atas campur tangan Rusia terhadap pembunuhan warga Aleppo oleh rezim Suriah.
Setelah kejadian tersebut, Polisi menggerebek rumah Altintas. Ibu dan adiknya turut dibawa ke tahanan untuk dimintai keterangan.


Breaking NewsNewsPenembakanTurkiPenembakan Dubes RusiaInternasional

500

Baca Lainnya