• 0

Polisi Australia Gagalkan Rencana Serangan Bom Natal ISIS

Polisi Australia Gagalkan Rencana Serangan Bom Natal ISIS



Penggerebekan terduga teroris di Malbourne, Australia.

Penggerebekan terduga teroris di Malbourne, Australia. (Foto: AP/AAP/Julian Smith)
Kepolisian Australia berhasil menggagalkan rencana serangan bom Natal yang terinspirasi oleh ISIS. Sebanyak tujuh orang ditahan dalam penggerebekan yang melibatkan ratusan aparat di Melbourne tersebut.
Diberitakan Reuters yang mengutip pernyataan kepolisian Australia, Jumat (23/12), serangan bom Natal rencananya akan dilakukan di beberapa tempat di Melbourne, seperti di stasiun kereta, alun-alun dan katedral saat hari Natal.
Polisi Australia mengatakan para pelaku adalah simpatisan ISIS yang terinspirasi melakukan serangan. Enam orang lelaki dan seorang wanita, kesemuanya berusia 20-an, ditahan dalam penggerebekan di Melbourne.
Sebanyak 400 polisi terlibat dalam penggerebekan tersebut. Dua orang yang ditahan, seorang pria dan wanita, dibebaskan tanpa dakwaan. Sementara empat lainnya akan segera diadili atas tuduhan tindak terorisme.
"Ini adalah gangguan yang besar, kami menyebutnya sebagai aksi teroris yang akan segera berlangsung di Melbourne. Kami yakin telah mengatasi ancaman ini seluruhnya," kata Komisaris Polisi Federal Australia Andrew Colvin di Sydney.
Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull mengatakan bahwa ini adalah "rencana serangan teroris Islamis" dan "salah satu rencana serangan teroris terbesar yang digagalkan dalam beberapa tahun terakhir."
Kepala polisi negara bagian Victoria Graham Ashton mengatakan para tersangka adalah warga Australia kelahiran Mesir, sisanya lahir di Australia.
Australia, sekutu Amerika Serikat dalam serangan di Afghanistan dan Irak, telah meningkatkan kewaspadaan penyerangan teroris sejak tahun 2014.
Beberapa serangan oleh simpatisan ISIS atau yang dikenal dengan "lone wolf" terjadi di Australia, termasuk penyanderaan di sebuah kafe pada 2014 yang menewaskan dua orang dan pelakunya.

NewsAustraliaISISSerangan TerorisInternasional

500

Baca Lainnya