• 1

Putin Kirim Penyidik ke Turki untuk Selidiki Pembunuhan Dubes Rusia

Putin Kirim Penyidik ke Turki untuk Selidiki Pembunuhan Dubes Rusia



Pria Penembak Dubes Rusia Mengarahkan Pistol Ke Pengunjung dan Awak Media

Pria penembak Dubes Rusia (Mevlut Mert Altintas) mengarahkan Pistol ke pengunjung dan awak media, pihak keamanan Rusia mengatakan pria tersebut tengah berada di rumah sakit dengan luka tembak (Foto: Burhan Ozbilici/AP)
Presiden Vladimir Putin mengatakan akan mengirim penyidik ke Turki untuk membantu proses penyelidikan pembunuhan Duta Besar Rusia Andrei Karlov. Putin bersumpah untuk menemukan pelakunya dan menuntut balas atas peristiwa itu.
"Kita harus tahu siapa yang mengarahkan tangan pembunuh itu," kata Putin dalam rapat khusus di Kremlin yang dihadiri Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, kepala badan intelijen Rusia SVR, Sergei Naryshkin, dan kepala badan keamanan domestik FSB, Alexander Bortnikov, seperti dikutip Reuters, Senin (19/12).
Karlov ditembak dari belakang oleh seorang polisi Turki yang diidentifikasi bernama Mevlut Mert Altintas, 22, ketika tengah berpidato di galeri seni Ankara. Usai menembak Karlov, Altintas berteriak soal Aleppo, diduga insiden ini bermotifkan balas dendam atas serangan Rusia di kota Suriah tersebut.
Setidaknya Altintas menembakkan delapan peluru ke arah Karlov yang sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya tewas di perjalanan. Pembunuhan ini terjadi selang beberapa hari setelah aksi protes oleh warga Turki terkait dukungan Rusia dalam pembantaian di Aleppo oleh rezim Bashar al-Assad.
Usai insiden itu, Putin yang mengaku kenal secara pribadi dengan Karlov memerintahkan seluruh perwakilan Rusia di luar negeri untuk meningkatkan keamanan. Dia juga meminta penambahan pengamanan di fasilitas diplomatik Turki.
"Hanya ada satu respons, yaitu meningkatkan perang melawan terorisme. Para bandit akan merasakan itu terjadi," ujar Putin.
Kepada pemerintah Turki, Putin meminta jaminan keamanan terhadap fasilitas mereka di negara tersebut. "Saya meminta kalian mengimplementasikan proposal yang telah disetujui soal peningkatan keamanan di fasilitas-fasilitas diplomatik Rusia di luar negeri," kata Putin kepada para pejabatnya.
Pemerintah Rusia dan Turki menuding insiden ini adalah bentuk provokasi untuk merusak hubungan kedua negara dan upaya perdamaian yang tengah dibangun di Suriah.
Rencananya menteri luar negeri dan pertahanan Rusia, Iran dan Turki akan bertemu di Moskow pada Selasa untuk membicarakan nasib konflik Suriah. Pemerintah Rusia menegaskan pertemuan ini tidak terpengaruh dengan pembunuhan Karlov.

Breaking NewsNewsVladimir PutinPenembakanPenembakan Dubes RusiaInternasional

500

Baca Lainnya