• 1

Relawan Indonesia: Perang Tak Hentikan Aktivitas Rakyat Suriah

Relawan Indonesia: Perang Tak Hentikan Aktivitas Rakyat Suriah



Relawan di Suriah

Anak-anak di Suriah sedang berkumpul (Foto: Dok. Misi Medis Suriah)
Perang yang telah menewaskan ratusan ribu orang di Suriah dalam enam tahun terakhir membuat kematian menjadi hal yang lumrah di negara itu. Kematian sudah selayaknya menimbulkan kesedihan, namun tidak berlarut-larut dan kehidupan mesti terus berjalan.
Seperti disampaikan para relawan asal Indonesia yang pernah menyambangi Suriah, masyarakat di negara itu sudah terbiasa kehilangan sanak famili akibat serangan.
Dokter Henri Perwira Negara yang berada di Suriah selama 1 tahun --5 bulan di antaranya di Aleppo-- serangan yang marak tidak membuat masyarakat di negara itu menghentikan aktivitas. Mereka berdagang dan bersosialisasi seperti biasa, bahkan ketika sedang dibom sekalipun.
"Ketika ada heli yang akan menjatuhkan bom birmil, mereka sudah ancang-ancang untuk kabur. Tapi para pedagang ada yang acuh, berdagang seperti biasa. Ketika semua sudah berlarian, baru dia ikut lari," kata Henri kepada kumparan.

Relawan Indonesia

Relawan Indonesia menggendong bayi Suriah (Foto: Dok. Misi medis Suriah)
Henri menyambangi Aleppo pada 2013-2014 lalu sebagai tim medis dari lembaga Misi Medis Suriah. Dia mengatakan, Aleppo saat itu sudah hancur lebih akibat serangan bom rezim Bashar al-Assad.
"Namun [walau diserang] Alhamdulillah ibadah warga tetap bisa berlanjut seperti tidak sedang dalam kondisi perang," kata Henri lagi.
Relawan lainnya dari Indonesia Fadlun Abul Barra juga mengatakan jual beli masih berlangsung di tengah perang. Di Idlib tempatnya bertugas membagikan bantuan di bawah bendera lembaga Peduli Muslim, Fadlun mengatakan pedagang baru bubar ketika tempat mereka berjualan dibom.
"Dibom mereka bubar. Setelah itu tempat yang dibom dibersihkan, yang meninggal dan luka-luka dievakuasi, lalu mereka jualan lagi di situ, demi memutar roda ekonomi," ujar Fadlun.

Ada orang tua yang anaknya meninggal dan dia ikhlas. Luar biasanya, dia malah mengatakan 'berikanlah ucapan selamat kepadaku,'

- Ihsanul Faruqi, relawan Misi Medis Suriah

Dia mengatakan, kematian bukan hal yang aneh lagi dalam konflik Suriah dengan korban tewas yang disinyalir mencapai lebih dari 400 ribu orang. Satu kali, lanjut dia, sebuah sekolah yang terdiri dari TK dan SD dihantam rudal pesawat rezim.
"Dua orang siswa meninggal dunia dan langsung dimakamkan saat itu juga. Teman-temannya memang menangis, tapi tidak lama, setelah itu proses belajar dilanjutkan lagi," jelas Fadlun.
Konflik di Suriah yang telah berlangsung sejak tahun 2011 menurut para relawan membuat warga di negara itu tangguh dan memiliki semangat juang tinggi. Kematian hanya dianggap jalan untuk menuju kehidupan lain, keluar dari dunia yang fana ini.
"Ada orang tua yang anaknya meninggal dan dia ikhlas. Luar biasanya, dia malah mengatakan 'berikanlah ucapan selamat kepadaku,'" kata Ihsanul Faruqi, relawan Indonesia dari Misi Medis Suriah.
"Orang tua itu merasa anaknya telah gugur dengan terhormat," lanjut Ihsan lagi.


NewsSuriahAleppoKisah RelawanInternasional

500

Baca Lainnya