• 0

Senjata Baru Teroris Itu Bernama "Truk"

Senjata Baru Teroris Itu Bernama "Truk"



Truk menabrak kerumunan warga di Berlin, Jerman, menewaskan 12 orang

Truk menabrak kerumunan warga di Berlin, Jerman, menewaskan 12 orang (Foto: Reuters/Hannibal Hanschke)
Insiden penabrakan truk di pasar Natal kota Berlin, Jerman, membangkitkan kenangan buruk soal peristiwa serupa di Nice, Perancis. Kelompok teroris kembali menggunakan kendaraan bongsor itu sebagai senjata baru mereka dalam penyerangan.
Sebanyak 12 orang tewas dan lebih dari 48 lainnya terluka saat pelaku yang saat ini masih buron menabrakkan truk Scania ke arah kerumunan warga di pasar Natal Berlin, Senin (21/12). Di Nice pada Juli lalu, truk besar yang dibajak seorang pria juga menabrakkan kendaraannya ke arah warga, menewaskan 87 orang.
Kesamaan lainnya, kedua serangan ini diklaim oleh ISIS. Kelompok militan di Irak dan Suriah ini menyebut para pelaku sebagai "prajurit".
Sebelum serangan di Nice, ISIS melalui media yang mereka miliki menyerukan para simpatisan di Eropa untuk melakukan penyerangan. Secara terang-terangan melalui akun Twitter kala itu, ISIS menyarankan serangan dilakukan dengan menabrakkan mobil ke arah sasaran.
Abu Muhammad al-Adnani, mantan juru bicara ISIS yang tewas terbunuh awal tahun ini, dalam pesannya pada 2014 juga menyerukan serangan dengan metode serupa.
"Jika tidak bisa menemukan bom rakitan atau peluru, maka hancurkan orang-orang Amerika, Perancis, atau sekutu mereka yang tidak beriman. Hancurkan kepala mereka dengan batu, atau bunuh mereka dengan pisau, atau lindas mereka dengan mobilmu, atau lempar mereka dari tempat tinggi, atau cekik mereka," kata Adnani.

Bus menabrak pasar Natal di Berlin, Jerman

Bus menabrak pasar Natal di Berlin, Jerman (Foto: Reuters/Fabrizio Bensch)
Cara ini sebenarnya adalah taktik lama yang telah digunakan oleh gerakan perlawanan di Palestina. Biasanya kelompok militan Palestina menggunakan mobil untuk menabrak warga Israel.
Perancis sendiri telah tiga kali mengalami serangan mobil dalam tiga tahun terakhir, termasuk dua kali di tahun 2014 yang melukai lebih dari 20 orang. Namun penggunaan truk sebagai alat serang baru tahun ini. Artinya ada evolusi dari cara kelompok teroris melakukan serangan.
Berbeda dengan senjata konvensional macam bom dan senapan, keberadaan truk tidak dicurigai aparat. Bahkan truk tidak masuk dalam kategori senjata dan bisa didapatkan dengan mudah dan murah.
"Karena merupakan bagian penting bagi kehidupan modern, sangat sedikit yang memahami kemampuan menghancurkan dan mematikan dari kendaraan bermotor dan kapasitasnya dalam merenggut banyak nyawa," ujar ISIS dalam tulisan mereka di majalah propaganda Rumiyah edisi November.
Menurut Hassan Hassan, penulis buku "Isis: Inside the Army of Terror" serangan kali ini dilakukan karena kelompok militan ini telah terpojok di Suriah.
"Mereka merasa tertekan. Mereka ingin agar tetap dianggap ada dan mereka menjiplak al-Qaidah," kata Hassan seperti dikutip dari The Guardian.

NewsInsiden Berlin Insiden Truk BerlinSerangan TerorisInternasional

500

Baca Lainnya