• 1

3 Tips Selamat dari Insiden Penembakan

3 Tips Selamat dari Insiden Penembakan



Ilustrasi Penembakan

Ilustrasi Penembakan (Foto: gettyimages.com)
Insiden penembakan Duta Besar Rusia di Turki, Andrey Karlov, awal pekan ini menunjukkan bahwa ajal datang tiba-tiba. Dalam peristiwa itu, Karlov tewas dan beberapa orang terluka.
Insiden terjadi di galeri seni Ankara yang tengah dipenuhi pengunjung. Kepanikan sudah barang tentu, ketakutan tidak usah ditanya lagi. Siapa saja bisa kejatuhan sial dan terjebak dalam situasi seperti ini.
Amerika Serikat dengan jumlah kasus penembakan massal terbanyak di dunia yang merenggut puluhan nyawa setiap tahunnya sudah waspada betul. Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) setiap tahun mengadakan pelatihan keselamatan dalam situasi penembakan, diikuti oleh pelajar, karyawan dan aparat.
Dalam setiap pelatihan, DHS menekankan tiga tips jitu untuk menghadapi situasi penembakan, yaitu "lari, sembunyi, lawan". Berikut penjabarannya:
Lari
Lari adalah respons pertama saat penembakan terjadi. DHS menyarankan segera kabur walau tidak ada orang lain yang mengikuti, lari saja sendirian.
Cari rute pelarian, sebaiknya hindari pintu utama karena akan terjadi bottleneck akibat banyaknya orang yang kabur.
Segera temukan pintu darurat. Jika peristiwa itu terjadi di restoran, lari ke dapur, biasanya mereka punya pintu keluar sendiri. DHS menyarankan untuk melupakan seluruh barang bawaan dan hindari berlari ke radius tembakan pelaku.
Bantulah orang lain, jika memungkinkan. Jangan mencoba memindahkan orang yang terluka, serahkan kepada polisi. Langsung telepon polisi.

Pengunjung Galeri Seni Berlindung Saat Seorang Pria Melakukan Penembakan Terhadap Dubes Rusia

Pengunjung Galeri Seni Berlindung Saat Seorang Pria Melakukan Penembakan Terhadap Dubes Rusia (Foto: Burhan Ozbilici/AP)
Sembunyi
Jika tidak memungkinkan lari, segera cari tempat sembunyi. Tapi jangan sembarangan, penembak bisa melongok ke kolong meja atau balik pintu.
DHS menyarankan sembunyi dari pandangan penembak. Lindungi diri dengan benda lain untuk menahan peluru, seperti di belakang lemari atau ruangan berpintu. Jangan matikan lampu jika bersembunyi di ruangan, karena akan memicu kecurigaan.
Kunci pintu ruangan, blokade dengan perabotan. Matikan suara ponsel, radio dan televisi di ruangan itu. Sembunyi di balik lemari, diam dan telepon polisi. Jika tidak bisa bersuara, cukup tekan nomor polisi dan letakkan telepon, biar aparat mendengar sendiri apa yang terjadi.
Lawan
Seekor kijang bisa membunuh singa dalam keadaan terjepit. DHS menyarankan untuk melawan penembak jika memang hidup kita benar-benar terancam. Jika bisa, incar tangannya dan jauhkan moncong pistol dari diri kita.
Lempar penembak dengan benda-benda, berteriak, dan lakukan apa pun untuk mempertahankan diri.
Tidak dianjurkan: Pura-pura mati
Walau cara ini terkadang berhasil, namun risikonya terlalu besar. Penembak bisa saja menembaki mayat-mayat korban di lantai untuk memastikan mereka benar-benar sudah tewas. Menurut DHS, cara terbaik dalam situasi ini tetap lari.

NewsPenembakanPenembakan Dubes RusiaInternasional

500

Baca Lainnya