• 5

Usia 17 Tahun Mulai Merokok, Umur 24 Tahun Idap Kanker

Usia 17 Tahun Mulai Merokok, Umur 24 Tahun Idap Kanker


Tak semua orang punya sel kanker

Tak semua orang punya sel kanker. (Foto: Thinkstock)
Rokok membunuhmu. Peringatan yang terpampang di setiap bungkus rokok bukan isapan jempol. Semua orang bisa terbunuh akibat penyakit yang ditimbulkan oleh rokok, tidak peduli berapa umurnya.
Salah satu kasus yang menjadi perhatian media Malaysia, The Star, Senin (21/8), adalah penyakit kanker yang diderita Muhammad Faid. Usianya baru 24 tahun, namun telah menjadi pasien kanker rongga mulut termuda di Rumah Sakit Kuala Lumpur.
Menurut dokter di rumah sakit tersebut, penyakit kanker rongga mulut atau oral cavity cancer kebanyakan diderita oleh para perokok.
Faid sendiri telah merokok sejak usianya 17 tahun, baru 7 tahun hingga dia menderita kanker. Setiap harinya, Faid mengisap lima batang rokok. Kini dia harus menjalani kemoterapi, tenggorokannya berlubang, dan sebagian lidahnya terpaksa diamputasi.
Awal penyakit kanker Faid dimulai dengan sariawan di sisi kiri lidahnya awal tahun lalu. Dia tidak terlalu memperhatikan sariawan itu karena tidak sakit.
Namun sariawan itu tidak pernah hilang. Pada November, pemeriksaan menunjukkan bahwa itu adalah kanker. Antara November dan Mei tahun ini, dia menderita empat kali pendarahan dan lidahnya berlubang.
Kanker rongga mulut Faid baru masuk stadium I dan II pada Februari. Namun pada Mei, penyakitnya memasuki stadium III dan dokter terpaksa mengamputasi sebagian lidahnya pada 17 Mei lalu.
Akibat amputasi ini, dia tidak bisa lagi bicara.
Operasi bedah kemudian mengisi daerah yang hilang di lidahnya dengan kulit yang diambil dari pahanya, Faid lalu bisa bicara sedikit.
Dia belum bisa makan dengan cara mengunyah hingga saat ini. Makanan dimasukkan dengan selang ke mulutnya. Dia juga bernafas melalui lubang udara di tenggorokannya.

Ilustrasi kanker.

Ilustrasi kanker. (Foto: Pixabay)
Penyakit kanker rongga mulut ternyata tidak hanya disebabkan oleh rokok. Pasien lainnya di Rumah Sakit Kuala Lumpur menderita penyakit ini akibat sering mengunyah sirih pinang.
Dalam berbagai kebudayaan, mengunyah sirih pinang jadi tradisi setempat. Konon mengunyah sirih bisa menghindarkan dari berbagai penyakit mulut, tapi ternyata sebaliknya, memicu kanker.
"Awalnya seperti jerawat kecil di dalam mulut, tapi pada Mei membesar," kata wanita penderita kanker mulut dari Johor yang mengaku telah mengunyah pinang sejak usia 13 tahun.
Di pipi wanita ini terdapat lubang luka sebesar donat. Dia tidak tahu mengunyah pinah bisa sebabkan kanker mulut.
"Saya menyarankan ibu dan kakak saya untuk berhenti mengunyah pinang. Tidak ada orang yang boleh menderita seperti ini," kata wanita itu.
Biasanya pinang dikunyah dicampur dengan sirih dan daun tembakau. Akibat dampaknya yang buruk pada kesehatan, beberapa negara melarang impor pinang.

InternasionalKesehatanRokokKankerMalaysia

500

Baca Lainnya