• 7

Vladimir Putin Murka Atas Terbunuhnya Duta Besar Rusia di Turki

Vladimir Putin Murka Atas Terbunuhnya Duta Besar Rusia di Turki



Presiden Rusia Vladimir Putin

Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: Reuters/Maxim Shemetov/File Photo)
Presiden Vladimir Putin murka atas pembunuhan duta besar Rusia di Turki. Dia bersumpah akan menuntut balas pada teroris yang menurutnya mencoba merusak normalisasi hubungan Rusia dan Turki dan upaya perdamaian Suriah.
Dalam komentarnya di televisi yang dikutip Reuters, Senin (19/12), Putin langsung memerintahkan peningkatan keamanan di setiap kedutaan besar seluruh dunia setelah insiden yang menewaskan Dubes Andrei Karlov terjadi di Ankara.
"Kejahatan telah dilakukan dan tanpa diragukan lagi ini adalah provokasi untuk merusak normalisasi hubungan Rusia-Turki dan merusak proses perdamaian Suriah yang secara aktif didorong oleh Rusia, Turki, Iran dan yang lainnya," kata Putin.
Putin yang mengaku kenal secara pribadi dengan Karlov menegaskan bahwa pembalasan Rusia atas peristiwa itu akan sangat keras.
"Hanya ada satu respons, yaitu meningkatkan perang melawan terorisme. Para bandit akan merasakan itu terjadi," ujar Putin.
Karlov ditembak dari belakang oleh seorang polisi Turki yang diidentifikasi bernama Mevlut Mert Altintas, 22, ketika tengah berpidato di galeri seni Ankara. Usai menembak Karlov, Altintas berteriak soal Aleppo, diduga insiden ini bermotifkan balas dendam atas serangan Rusia di kota Suriah tersebut.
Setidaknya Altintas menembakkan delapan peluru ke arah Karlov yang sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya tewas di perjalanan. Pembunuhan ini terjadi selang beberapa hari setelah aksi protes oleh warga Turki terkait dukungan Rusia dalam pembantaian di Aleppo oleh rezim Bashar al-Assad.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa ini adalah provokasi untuk merusak hubungan dengan Rusia. "Namun pemerintah Rusia dan Turki tidak akan termakan provokasi ini," ujar Erdogan.
Hubungan Rusia dan Turki rusak setelah penembakan jet tempur Rusia di perbatasan antara Turki dan Suriah pada 2015 lalu. Selain itu kedua negara berseberangan dalam dukungan terhadap rezim Assad di Damaskus.

Breaking NewsNewsVladimir PutinPenembakanPenembakan Dubes RusiaInternasional

500

Baca Lainnya