Tekno & Sains
·
28 Juni 2020 13:18

Konspirasi Diplomasi Digital Thailand dan China melalui Infrastruktur 5G Huawei

Konten ini diproduksi oleh Nazar EL Mahfudzi
Analisis
Oleh : Nazar EL Mahfudzi
Peneliti Digital Diplomcy, Pasca Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. nazar.el.psc18@mail.umy.ac.id
ADVERTISEMENT
Konspirasi Diplomasi Digital Thailand dan China melalui Infrastruktur 5G Huawei (239316)
Strategi Huawei, Sumber : https://www.majalahict.com
Beberapa negara berusaha membatasi ekspansi Teknologi Huawei ke negara Thailand menuju ke arah yang berlawanan dengan Amerika dan sekutunya. Google, raksasa internet sekaligus pemilik Android. Google memutus kerjasama lisensi Android pada Huawei. (Moon 2019). Pemutusan hubungan bisnis itu mencakup kerjasama perangkat keras dan layanan teknis antara dua perusahaan Google kepada Huawei, merupakan tindak-lanjut atas ditandatanganinya keputusan Presiden Donald Trump tentang pelarangan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat membeli peralatan telekomunikasi asing jika terindikasi membahayakan keamanan nasional. Huawei menurut AS masuk dalam daftar perusahaan asing yang membahayakan keamanan nasional bahkan pemboikotan AS berdampak pada bisnis konsumen Huawei sekitar 10 miliar dolar AS dalam pertumbuhan pendapatan, (Republika 2019)
Diplomasi digital Thailand dan China secara kelembagaan dilakukan oleh Menteri Ekonomi dan Masyarakat Digital (DES), alasan kerjasama dengan Huawei karena situasi pandemi COVID-19 di Thailand, dan kementerian DES sangat mementingkan peningkatan kinerja staf medis Thailand dengan menerapkan teknologi digital terintegrasi menggunakan 5G, kecerdasan buatan (AI), data besar, dan komputasi awan. Kepercayaan Thailand terhadap China dalam penanggulan Covid-19 ditopang oleh : Pertama, koneksi berkecepatan tinggi. Kedua, akurasi tinggi dan Ketiga, keunggulan cerdas. Penggunaan teknologi Huawei 5G khususnya akan merevolusi sistem perawatan kesehatan di Thailand. Pembangunan Infrastruktur digital Huawei di Thailand dapat memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat selama keadaan darurat Covid-19. Pertama, memungkinkan pengambilan medis yang lebih efektif dan efisien dengan pemantauan jarak jauh. Kedua peningkatan alokasi sumber daya dan pengumpulan data. (Bangkok 2019)
ADVERTISEMENT
Huawei adalah salah satu dari tiga internasional perusahaan diundang untuk bergabung dengan uji coba 5G pertama Thailand. Uji coba, yang diikuti oleh Huawei, Nokia dan Ericsson, adalah untuk menguji mobil self-driving dan robot yang dioperasikan dari jarak jauh di Universitas Kasetsart di Chonburi.5G sangat penting untuk pengembangan ekonomi masa depan karena akan merevolusi industri seperti transportasi,pertanian, manufaktur, dan obat-obatan. Thailand berupaya menjadi pusat terkemuka pengembangan dan manufaktur teknologi di Asia Tenggara (Nation 2019).
Huawei mendaptkan imbas polemik AS dan China dalam perang dagang mempengaruhi kebijakan pemerintah negara-negara yang akan berkerjasama dengan perusahaan Huawei telekomunikasi milik China, laporan berjudul Investigative Report on the U.S. National Security Issues Posed by Chinese Telecommunications Companies Huawei and ZTE yang dirilis parlemen AS mengungkap Huawei memasarkan diri sebagai ‘penyedia solusi ICT global terkemuka’ yang berkomitmen menyediakan jaringan yang dapat diandalkan dan aman. Sepanjang penyelidikan, Huawei secara konsisten membantah memiliki hubungan dengan pemerintah Cina dan mempertahankan sikap sebagai perusahaan swasta, tak ada urusan dengan negara. Menurut pandangan AS dan Australia, pendiri Huawei Ren Zhengfei pernah ikut serta dalam Kongres Partai Komunis pada 1982 dan Huawei dianggap memiliki Komite Partai Komunis di tubuh perusahaan dan pemerintah Cina memiliki kemungkinan memaksa perusahaan seperti Huawei memasang backdoor atau celah pada produk yang dipasarkan di AS dan dapat digunakan memata-matai. AS curiga Huawei punya hubungan istimewa dengan pemerintah Cina. (Chairman Mike Rogers and Ranking Member C.A. 2012). Pemerintah Australia juga memandang kebijakan Negara Komunis China terdapat Undang-Undang Intelijen Nasional 2017 dan Undang-Undang Anti-Spionase 2014. Pasal 7 undang-undang menyatakan bahwa "organisasi atau warga negara mana pun harus mendukung, membantu, dan bekerja sama dengan badan intelijen negara sesuai dengan hukum," dan menambahkan bahwa negara "melindungi" setiap individu dan organisasi yang membantunya. (Kharpal 2019)
ADVERTISEMENT
Jaringan berkecepatan tinggi 5G akan memberi daya cerdas perangkat masa depan, tetapi akhir-akhir ini ada lebih banyak pembicaraan tentang implikasi keamanan yang mengelilingi pembangunannya daripada teknologi itu sendiri. Pembangun infrastruktur untuk 5G setiap negara memiliki hambatan besar: Pertama, masuk kesebuah sistem keamanan Negara.Kedua, tidak tersedia sumber daya untuk membangun proyek infrastruktur. Ketiga, Teknologi 5G dipatenkan dan harus melisensinya dari Huawei atau Ericsson atau Nokia. Masalah keamanan negara menjadi sangat penting seperti halnya negara Canada yang telah memutus hubungan kerjasamaa dengan Huawei menyatakan, teknologi 5G menjadi implikasi teknologi sebelum memilih siapa yang akan bermitra, sementara Australia dan Selandia Baru telah melarang peralatan Huawei dari infrastruktur 5G mereka. (Mace 2019)
Pembangunan Infrastruktur Integrasi Data 5G dan AI
ADVERTISEMENT
Teknologi Data digital terintegrasi menggunakan 5G, kecerdasan buatan (AI), komputasi awan. Berkat koneksi berkecepatan tinggi, akurasi tinggi dan keunggulan cerdas, teknologi 5G khususnya akan merevolusi sistem perawatan kesehatan di Thailand. Ini memungkinkan pengambilan medis yang lebih efektif dan efisien dengan pemantauan jarak jauh, peningkatan alokasi sumber daya dan pengumpulan data. Penerapan 5G untuk kesehatan masyarakat menunjukkan bagaimana infrastruktur digital dapat memiliki dampak signifikan pada masyarakatkesehatan selama darurat besar.
Teknologi AI dapat membantu dokter menganalisis hasil kuantifikasi CT kasus infeksi dengan akurasi tinggi. Ini membantu dokter menganalisis hasil kuantifikasi CT dengan akurasi tinggi, mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk analisis gambar hingga 25 detik per kasus. Dengan demikian dapat sangat membantu mengurangi beban kerja tenaga medis Thailand dalam situasi ini. Berkat fitur 5G seperti koneksi kecepatan tinggi, keandalan tinggi dan latensi rendah, sistem layanan kesehatan mendapat manfaat dari peningkatan waktu respons, pemantauan pasien, pengumpulan dan analisis data, kolaborasi jarak jauh dan alokasi sumber daya manausia. Huawei Technologies (Thailand) Co.,Ltd.,
ADVERTISEMENT
Telekomunikasi dengan cepat membuat jaringan 5G khusus yang didedikasikan untuk rumah sakit perawatan COVID-19 di Thailand untuk mengatasi kemacetan jaringan dan menjamin kualitas layanan perawatan medis meningkatkan kemampuan staf medis Thailand, dengan menyediakan solusi integras AI dan 5G menjadikan teknologi HUAWEI CLOUD dan HUAWEI 5G, yang akan membantu dalam diagnosis, operasi. Jaringan 5G akan meningkatkan efektivitas layanan medis di rumah sakit dengan menjamin kualitas koneksi berkecepatan tinggi dengan keandalan tinggi dan latensi rendah. Sistem layanan kesehatan akan mendapat manfaat dari peningkatan waktu respons dan meningkatkan efisiensi unggahan 3-4 kali dibandingkan dengan WiFi, pemantauan pasien, pengumpulan dan analisis data, kolaborasi jarak jauh dan alokasi sumber daya. Ini juga memberikan contoh untuk respon darurat publik besar yang berbasis digital, terdorong data, dan berbasis cloud
ADVERTISEMENT
Dapat disimpulkan:
  • Cina telah terlibat dalam lobi diplomatik konspirasi dengan perusahaan Huawei untuk memengaruhi keputusan bersama negara Thailand pada sumber peralatan 5G terbesar dan jalur penjualan teknoogi di Asia Tenggra.
  • Huawei di banyak bagian dunia terus meningkatkan jaringan 5G, ArtificiaI Intelligance (AI) dan Robotic. Hubungan Dipolomasi digital Thailand dan China menjadi pusat jaringan pembangunan infrastruktur rumah sakit 5G di Asia Tenggara dalam penaganan Covid-19.
  • Diplomasi digital Thailan dan China dalam kerjasama jaringan 5G melalui Huawei di negara-negara Asia Tenggara dihadapkan dengan keputusan yang tidak akan hanya didasarkan pada pertimbangan teknologi atau ekonomi, tetapi akan sangat besar implikasi strategis keamanan nasional.
Literasi :
Bangkok, Post. MDES joins hands with HUAWEI, provides 5G solution and AI Technology. 30 2 2019. https://www.bangkokpost.com/business/1898985/mdes-joins-hands-with-huawei-provides-5g-solution-and-ai-technology (diakses 6 27, 2020).
ADVERTISEMENT
Chairman Mike Rogers and Ranking Member C.A. . Investigative Report on the U.S. National Security Issues Posed by Chinese Telecommunications Companies Huawei and ZTE . Investigative Report on the U.S. National Security, Washington, DC: U.S. House of Representative, 2012.
Kharpal, Arjun. Huawei says it would never hand data to China’s government. Experts say it wouldn’t have a choice. 4 3 2019. https://www.cnbc.com/2019/03/05/huawei-would-have-to-give-data-to-china-government-if-asked-experts.html (diakses 6 27, 2020).
Mace, Jon. From Huawei to self-driving cars, what you need to know about 5G. 1 2 2019. https://www.bnnbloomberg.ca/from-huawei-to-self-driving-cars-here-s-what-you-need-to-know-about-5g-1.1208042 (diakses 6 27, 2020).
Moon, Angela. Reuters. 20 Mei 2019. https://www.reuters.com/article/us-huawei-tech-alphabet-exclusive/exclusive-google-suspends-some-business-with-huawei-after-trump-blacklist-source-idUSKCN1SP0NB (diakses Juni 26, 2020).
Nation, Thailand. Huawei’s role in Thailand’s 5G development. 17 3 2019. https://www.nationthailand.com/opinion/30365980 (diakses 6 27, 2020).
ADVERTISEMENT
Republika. Karena Perang Dagang, Aplikasi Google Resmi Tak Akan Hadir di Ponsel Huawei? 3 9 2019. https://republika.co.id/berita/px7dub17000/karena-perang-dagang-aplikasi-google-resmi-tak-akan-hadir-di-ponsel-huawei (diakses 3 26, 2020).