Pencarian populer

Menuju ke Uban

Kala rambut ibu menuju ke uban,

ari kulitnya turut keriputan

Meski rona mukanya tampak sungkan,

cahaya porinya masih putih berkilauan

Kala rambut ibu menuju ke uban,

tulang giginya turut berguguran

Meski mulut selalu kesulitan makan,

nada bicaranya masih penuh kemerduan

Kala rambut ibu menuju ke uban,

tutur katanya turut mengalami gangguan

Meski ada yang sukar dalam setiap ucapan,

bibir kusamnya masih tekun membaca Alquran

Kala rambut ibu menuju ke uban,

sumsum tulangnya turut kedinginan

Meski otot tak setangguh binaragawan,

derap kakinya masih tegap di jalan

Kala rambut ibu menuju ke uban,

tubuh sintalnya turut kekurusan

Meski lekuk tubuh tak seindah biduan,

gerak-geriknya masih tampak perempuan

Kala rambut ibu menuju ke uban,

akal sehatnya turut mengalami penurunan

Meski ada yang salah dengan jumlah ingatan,

arah pikirannya masih siap memikirkan masa depan

Kala rambut ibu menuju ke uban,

air matanya turut menjadi hujan

Meski raut permukaan tak menunjukkan beban,

hati kecilnya masih punya perasaan

Sukoharjo, November 2017

Puisi ini dimuat dalam Kumpulan Puisi "Perempuan yang Tak Layu Merindu Tunas Baru" (FAM Publishing, 2017).

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: