• 1

USER STORY

USAID: 97 Persen Bencana di Indonesia Akibat Perubahan Iklim

USAID: 97 Persen Bencana di Indonesia Akibat Perubahan Iklim



Penasihat Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) Ari Mochamad menghadiri acara talkshow di kumparan Onboarding Batch 2 di Kuningan City, Jakarta Selatan. Dalam kesempatan itu, Ari sempat menyinggung soal bencana alam dan krisis air yang terjadi di Indonesia.
Dia menjelaskan, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana alam yang terjadi di Indonesia 97 persennya terjadi akibat perubahan iklim.
"Tahun 2011 sampai 2013, Indonesia mendapat peringkat tertinggi untuk bencana longsor dan peringkat ke 6 soal banjir," ujar Ari, di Ballroom Kuningan City, Jakarta Selatan, Rabu (15/11).
Dia menjelaskan, banyaknya bencana yang terjadi itu, salah satunya diakibatkan oleh kebijakan yang diterapkan banyak yang tak memperhatikan soal sektor air.
Padahal, menurut Ari, air merupakan salah satu unsur yang penting bagi kehidupan. Menurutnya, jika dikelola dengan baik, air bisa membawa efek yang luar biasa, baik itu di bidang pangan, kesehatan, dan aspek kehidupan lainnya.
"Jika aspek air tidak diperhatikan, maka capaian yang dijanjikan pemimpin akan sia-sia. Sektor pertanian kita 60 persen sangat bergantung ke air hujan. Kalau ini bermasalah bagaimana?" tuturnya.
Ari melanjutkan, pada tahun 2050 kelak, lahan-lahan di kota-kota besar akan dipenuhi dengan bangunan-bangunan. Jika pembangunan itu tak dibarengi dengan kebijakan yang memperhatikan soal air, menurut dia, lahan-lahan akan tertekan bencana tidak bisa dihindari.
"Jakarta banjir, banyak hujan. Siapa sangka efek air itu bisa meluluhantahkan kota," tuturnya.
Ari mengatakan, salah satu hal yang perlu dilakukan saat ini untuk mengantisipasi perubahan iklim adalah dengan melakukan mitigasi perubahan iklim. Caranya, kata dia, adalah dengan mengurangi efek rumah kaca.
"Mitigasi perubahan iklim adalah upaya untuk mengurangi efek fumah kaca. Bisa dengan menggunakan sepeda. Efesiensi listrik, dan meminimalisir penggunaan AC," ujar dia.

Coca Cola100 Wartawan kumparanSekarang kumparanKrisis Air

500

Baca Lainnya