• 1

Israel Berencana Tinjau Ulang Hubungannya dengan PBB

Israel Berencana Tinjau Ulang Hubungannya dengan PBB



Benjamin Netanyahu

PM Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di depan pemukiman Yahudi di Tepi Barat. (Foto: Ronen Zvulun/Reuters)
Israel berencana meninjau kembali hubungannya dengan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Rencana itu mencuat pasca Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi yang menuntut Israel menghentikan pembangunan permukiman.
"Saya telah menginstruksikan Kementerian Luar Negeri untuk menyelesaikan peninjauan kembali semua kontrak dengan PBB dalam satu bulan, termasuk pendanaan dan kehadiran representasi PBB di Israel," ujar Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Sabtu (24/12) waktu setempat seperti diberitakan Reuters.
Netanyahu mengatakan Israel berencana menghentikan pendanaan sebesar 30 juta shekels atau setara Rp 105 miliar kepada beberapa lembaga PBB. "terutama yang bersikap memusuhi Israel," tambah Netanyahu.
Kendati, dia enggan menyebutkan nama lembaga tersebut dan tidak memberikan keterangan lebih lanjut.
Resolusi yang menuntut Israel menghentikan pembangunan permukiman disahkan Dewan Keamanan PBB, Jumat (23/12) setelah Amerika Serikat (AS) menyatakan abstain dalam pemungutan suara.
Padahal, AS kerap kali menggunakan hak vetonya untuk memberikan perlindungan diplomatik bagi Israel. Resolusi itu akhirnya disahkan atas dukungan dari 14 negara.
Keputusan AS diambil di tengah tekanan berat dari Israel yang telah sekian lama menjadi sekutu utama. Ditambah, adanya permintaan presiden terpilih AS Donald Trump agar Washington menggunakan hak vetonya.
Israel telah puluhan tahun menjalankan kebijakan membangun permukiman Yahudi di wilayah yang direbutnya pada perang 1967 dengan tetangga Arabnya. Wilayah itu termasuk Tepi Barat, Gaza, dan Yerusalem Timur.
Banyak negara melihat kegiatan pembangunan permukiman yang dilakukan Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai tindakan ilegal dan penghambat perdamaian.

Breaking NewsNewsIsraelPBB

500

Baca Lainnya