• 0

Kapolri Enggan Ungkapkan Metode Komunikasi Terduga Teroris Tangsel

Kapolri Enggan Ungkapkan Metode Komunikasi Terduga Teroris Tangsel



Kapolri, Tito Karnavian

Kapolri, Tito Karnavian dalam suatu acara di Monas (Foto: Fanny Kusumawardhani)
Kepala Kepolisian RI Jenderal (Pol) Tito Karnavian enggan mengungkapkan metode komunikasi sejumlah terduga teroris jaringan Bahrun Naim yang telah ditangkap di Setu, Tangsel, Rabu (21/12). Tito tak dapat membeberkan metode komunikasi terduga teroris karena masih dirahasiakan.
"Nggak akan kita sampaikan soal komunikasi itu, soalnya rahasia," ucap Tito di acara Gelar Pasukan Operasi Lilin 2016 di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (22/12).
Kemarin, kepolisian melalui tim Detasemen Khusus 88 melakukan penyergapan ke kediaman empat terduga teroris di Setu, Tangsel. Dalam penyergapan tersebut, tim Densus mengamankan hidup-hidup satu orang terduga teroris. Sementara, tiga lainnya ditembak mati karena melawan.
Selain di Tangsel, penyergapan juga dilakukan kepada tiga terduga teroris lainnya. Mereka tersebar di Deli Serdang, Payakumbuh, dan Batam. Ketiganya telah diamankan hidup-hidup dan akan dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan.
Kabag Penum Divisi Humas, Martinus Sitompul, telah memastikan ketujuhnya masih terkait dengan jaringan Bahrun Naim. Martinus menyebut, terduga teroris di Banten masih berhubungan dengan kelompok teror dalam kasus bom panci Bekasi. Sedangkan, terduga teroris yang ditangkap di Sumatera Utara telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait kasus Katibah Gonggong Rebus (KGR) di Batam.

Breaking NewsNewsBom TangselKapolriKepolisian RI

500

Baca Lainnya