• 0

Keamanan Vatikan saat Natal Ditingkatkan

Keamanan Vatikan saat Natal Ditingkatkan



Misa Malam Natal 2016 di Vatikan

Paus Fransiskus memimpin Misa malam Natal di Vatikan (Foto: Tony Gentile/Reuters)
Keamanan di Italia, khususnya Vatikan ditingkatkan untuk libur Natal 2016. Terlebih, setelah polisi Italia menembak pria yang diduga kuat bertanggung jawab atas serangan di pasar Natal Berlin menggunakan truk, Amri Anis. Warga negara Tunisia yang diduga menjadi sopir truk maut dan menewaskan 12 orang itu telah ditembak mati di Milan, Jumat (23/12).
Pemerintah Kota Roma telah melarang truk dan mobil van memasuki pusat kota. Polisi anti teror bersenjata juga telah menyiapkan pembatas jalan di rute menuju lokasi favorit turis dan pusat keramaian lainnya.
Mobil polisi dan jeep militer pun berjaga di setiap 100 meter sepanjang jalan menuju Vatikan, tempat Paus Francis merayakan Natal di Basilika Santo Petrus.
Pihak keamanan juga berjaga di pusat kota Milan dan kota Italia lainnya. Khususnya, di sekitar gereja besar yang didatangi jemaat saat perayaan Natal.
Selain itu, Prancis, Inggris, dan Jerman juga meningkatkan keamanan mereka. Pasalnya, ketiga negara itu belum lama menjadi target serangan teroris.
Di Prancis, di mana teroris membunuh 130 orang dengan serangan senjata api dan bom pada November 2015, pemerintah menyebut lebih dari 91 ribu polisi dan tentara dikerahkan untuk pengamanan Natal. Pengamanan khusus dilakukan di sekitar gereja.
Aturan darurat juga diberlakukan sejak serangan Paris, di mana tentara Prancis berpatroli di jalan-jalan ibukota. Polisi juga diberikan kewenangan lebih untuk meninjau dan menangkap target yang diduga mengganggu keamanan.
Sementara di Jerman, polisi federal meningkatkan pengamanan di bandara dan stasiun kereta api. Mereka juga melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang datang ke Jerman di koridor sejauh 30 kilometer dalam perbatasan internasional.
Menteri Dalam Negeri Jerman, Thomas de Maiziere, mengatakan bahaya penyerangan di Jerman masih tinggi, meski pelaku teror sudah ditembak mati. Lebih dari 100 investigator akan bekerja saat libur natal untuk mencari kaki tangan dan jaringan pendukung Amri.
"Tingkat bahaya masih tinggi," ujar Thomas seperti diberitakan Reuters.
Adapun Inggris menilai serangan teroris masih sangat mungkin terjadi. Untuk itu, polisi meningkatkan pengamanan di lokasi populer turis, termasuk kediaman Ratu Elizabeth di London dan Istana Buckingham.
Selain itu, petugas bersenjata dikerahkan untuk berpatroli di banyak pusat perbelanjaan, pasar natal, dan tempat peribadatan.

ItaliaNewsNatal 2016Natal

500

Baca Lainnya