• 8

Kerap Ditangkap, Pengemis 'Tangan Buntung' Tak Jera Beraksi

Kerap Ditangkap, Pengemis 'Tangan Buntung' Tak Jera Beraksi



Ilustrasi Pengemis

Ilustrasi pengemis berada di jalanan. (Foto: Pixabay)
Bukan rahasia pengemis kerap menggunakan modus 'tangan buntung' dalam beraksi. Dengan menyembunyikan salah satu lengan di balik pakaian, pengemis menebar rasa iba kepada masyarakat yang melintas agar mau memberi uang.
Kendati kerap ditangkap pemerintah untuk dibina, rupanya mereka urung menghentikan kegiatannya. Ini seperti yang dilakukan Tedy (38).
Pria asal Cengkareng ini kerap mengemis bermoduskan 'tangan buntung' di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Olimo, Taman Sari, Jakarta Barat.
"Setiap hari dari hasil mengemis bisa mengumpulkan Rp 30.000 hingga Rp 150.000," ungkap Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Suku Dinas Sosial Jakarta Barat, Salamun, Senin (26/12).
Tedy masih juga melakukan praktik tersebut walaupun sudah beberapa kali ditangkap petugas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Barat.
"Petugas P3S sudah beberapa kali menjangkau, tapi tidak membuat Tedy jera," ucap Salamun.
Karena aksinya, Tedy kembali dijangkau oleh petugas P3S. Salamun menyebut, Tedy sempat berusaha melarikan diri ketika dijangkau oleh petugas. Namun, petugas dengan sigap menjangkaunya dan memasukkan ke dalam mobil operasional untuk pengamankan penyandang masalah kesejahteraan sosial.
Kini, Tedy telah dimasukkan ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1, Kedoya, Jakarta Barat. Dia akan dibina kembali agar tidak mengemis.
Selain memasukkan Tedy ke panti sosial, Salamun juga mengimbau warga Jakarta untuk tidak memberi uang kepada pengemis. Jika mau, warga dapat menyalurkan mereka kepada lembaga resmi.

Breaking NewsNewsJakartaSosial

500

Baca Lainnya