• 3

Suara Konsumen Terkait Uang Donasi Alfamart

Suara Konsumen Terkait Uang Donasi Alfamart



Alfamart

Ilustrasi Alfamart (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)
Masyarakat kerap ditawari berdonasi di gerai Alfamart, nyatanya mereka masih belum tahu untuk apa dana sumbangan itu digunakan.
Seperti yang dialami Andre (31), konsumen dari Kalisari, Jakarta Timur. Andre mengaku pernah dimintai donasi oleh kasir Alfamart. Terlebih, ketika tersisa uang kembalian waktu bertransaksi.
"Pernah itu saya diminta begitu. Saya ikhlasin saja toh cuma uang receh kan," ujar Andre di Cijantung, Jakarta Timur pada Jumat (23/12).
Kendati kerap memberikan donasi, Andre mengaku khawatir jika dana itu digunakan hanya demi keuntungan korporasi. Pasalnya, dia belum tahu untuk apa dana itu digunakan.
"Tapi saya masih suka bingung sih itu uang bener buat sumbangan? Kalau buat bosnya, wah tambah kaya dong dia," kata Andre.
Konsumen lainnya, Nia (17) mengatakan dirinya kerap menyumbangkan uang kembaliannya saat berbelanja di Alfamart. Meski demikian, Nia pun tak tahu untuk apa donasi itu akan digunakan. Nia mengaku memberikan donasi itu karena tak mau ambil pusing.
"Masih ada sisa (uang kembalian) Rp 200. Kata kasir 'uangnya mau disumbangkan?' Saya iyakan saja deh biar cepat, toh cuma Rp 200," ucap Nia.
Sebelumnya, donasi yang dilakukan Alfamart dipermasalahkan salah satu konsumennya, Mustolih Siradj. Pasalnya, Mustolih tak pernah mendengar adanya tranparansi mengenai berapa total dana yang diperoleh Alfamart dan untuk apa saja donasi itu digunakan.
Karena itulah, Mustolih berinisiatif mengajukan permohonan sengketa informasi ke Komisi Informasi Publik (KIP) pada Maret 2016. Mustolih mengajukan gugatan agar Alfamart membuka 11 informasi perusahaan berkaitan dengan penyelenggaraan donasi.
Mustolih menuturkan, permohonan sengketa itu ia lakukan agar Alfamart secara terbuka bertanggung jawab atas donasi yang diambil dari masyarakat.
"Ketika dia sudah memberanikan diri memungut uang dari masyarakat luas, maka secara otomatis penyelenggara itu harus juga berani transparan kepada publik. Apalagi dia klaim punya legalitas, maka tidak ada alasan lagi untuk tidak membuka transparansi," tambah Mustolih.
Mustolih kemudian memenangkan gugatannya tersebut pada Senin (19/12). Hal tersebut tertuang dalam amar putusan Nomor 011/III/KIP-PS-A/2016.
Amar putusan tersebut menyatakan mengabulkan seluruh permohonan pemohon, yakni memberikan informasi terbuka mengenai 11 informasi perusahaan terkait dana Alfamart dari donasi masyarakat, seperti soal izin penyelenggaraan penghimpunan dana, laporan keuangan, susunan panitia, data penerima penyaluran sumbangan, mekanisme pengelolaan dana sumbangan.
Alfamart Keberatan
PT SAT, seperti diberitakan Antara, akan mengajukan keberatan atas putusan itu. Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin, mengatakan sebagai sebuah badan hukum perseroan terbatas, perusahaannya bukan badan publik. Solihin merujuk Pasal 1 ayat 3 Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.
Menurut pasal itu, badan publik merupakan lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, dan badan lain yang fungsi dan tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan negara, yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari APBN dan/atau APBD, atau organisasi nonpemerintah sepanjang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari APBN dan/atau APBD, sumbangan masyarakat, dan/atau luar negeri.
"Dalil pemohon adalah kata sumbangan masyarakat dalam pasal tersebut. Dalam sidang kedua, kami telah mengklarifikasi bahwa PT SAT bukanlah organisasi nonpemerintah yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari sumbangan masyarakat," kata Solihin.
Adapun sumbangan masyarakat yang selama ini dihimpun perusahaannya melalui program donasi konsumen, Solihin memastikan, tidak dipakai untuk operasional bisnis perusahaan. Donasi itu telah diatur terpisah dengan dana penjualan di toko melalui sistem komputerisasi sehingga tidak masuk ke dalam neraca keuangan perusahaan.
Pada prinsipnya, menurut Solihin, Alfamart tidak keberatan untuk menyampaikan informasi kepada publik selama itu sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. Ia juga berharap sengketa informasi itu tidak mengganggu jalannya program donasi di toko-toko Alfamart.

Breaking NewsNewsAlfamartKIPDonasi Alfamart

500

Baca Lainnya