KKN UPI: Bisnis Online dan Pemasaran Digital Dari Hasil Keterampilan Bank Sampah

Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia - Pendidikan Sosiologi
Konten dari Pengguna
9 Agustus 2022 21:51
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Dinar Hargono tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Kuliah Kerja Nyata Tematik 2022 merupakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni dalam Pengabdian Masyarakat yang harus dilakukan oleh mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia. Kuliah Kerja Nyata Tematik ini berbasis pada SDG’s (Suistainable Development Goals) Desa yang dinaungi pada program MBKM oleh Kampus Merdeka. KKN Tematik ini juga merupakan mata kuliah yang di ampu pada semester genap 2021/2022. Dalam KKN Tematik tahun 2022 ini dilakukan di Desa Sukamenak, Kabupaten Bandung yang dilaksanakan oleh kelompok 96. Tema besar pada kelompok 96 ialah Desa Tanggap Budaya dengan dua sub tema Desa Kelembagaan Dinamis dan Desa Damai Berkeadilan.
Foto bersama kelompok 96 Desa Sukamenak dengan Ketua RT 01 dan Ibu PKK RT 01. Sumber: Dokumen Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama kelompok 96 Desa Sukamenak dengan Ketua RT 01 dan Ibu PKK RT 01. Sumber: Dokumen Pribadi
Sasaran yang dilakukan oleh kelompok 96 Desa Sukamenak, yaitu kepada masyarakat RT 01 RW 02 khususnya ibu-ibu PKK. Dimana dalam potensinya, Desa Sukamenak memiliki program dari POKJA 3 mengenai sampah yakni Bank Sampah. Bank Sampah merupakan salah satu bidang yang ditangani POKJA 3 dan Pak Sunarto selaku Ketua RT 01. Bank Sampah ini dikelola juga oleh KWT (kelompok wanita tani) dan hal tersebut terjadi pengolahan sampah secara rutin serta dikoordinasi oleh POKJA 3 Desa Sukamenak. Edukasi kepada masyarakat tentang pemilahan sampah mengenai sampah kering dan sampah basah sangat diperlukan. Sehingga, nantinya sampah basah yang tidak bisa di manfaatkan untuk keterampilan dapat dimanfaatkan sebagai, pupuk kompos. Tetapi jika sampah-sampah kering seperti botol plastik misalnya, masih bisa dilakukan untuk pembuatan keterampilan.
Pematerian mengenai pengaktegorian sampah dan edukasi 5R. Sumber: Dokumen Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Pematerian mengenai pengaktegorian sampah dan edukasi 5R. Sumber: Dokumen Pribadi
Sebelum kepada materi bisnis online, ibu-ibu PKK diberikan pematerian pengkategorian sampah kering dan sampah basah beserta pemilahannya. Yang mana, dilakukan pula edukasi mengenai 5R (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, dan Rot) dalam mengurangi sampah, diantaranya:
ADVERTISEMENT
(1) Refuse, yang merupakan cara dengan menolak barang atau benda-benda yang menghasilkan sampah, seperti jika saat berbelanja ke supermarket dan minimarket menolaklah dalam menggunakan kantong plastik non-biodegradable yang hanya sekali pakai, maka persiapkanlah kantong belanja dari rumah yang bersifat bisa dipakai berulang kali.
(2) Reduce, dalam melakukan reduce perlu menghindari terhadap pembelian produk dan pemakaian produk tersebut yang menghasilkan banyak sampah. Maka, lakukanlah penggunaan produk yang dapat diisi ulang kembali.
(3) Reuse, yang merupakan untuk kita tidak melakukan barang hanya sekali pakai maka dari itu kita bisa menggunakan kembali kemasan atau wadah yang difungsikan bisa dipakai secara berulang-ulang agar menghemat dan tidak menghasilkan sampah yang banyak contohnya menggunakan plastik bekas minyak goreng untuk polybag atau menggunakan baterai yang bisa di charge kembali.
ADVERTISEMENT
(4) Recycle, untuk recycle caranya adalah dengan menggunakan suatu barang atau produk yang dapat didaur ulang dan mudah terurai juga melakukan penanganan sampah yang bersifat organik menjadi pupuk kompos agar sampah tersebut bisa bermanfaat kembali
(5) Rot, yang merupakan cara membusukkan barang yang telah dikonsumsi cara ini hanya untuk sampah-sampah organik yang tidak sulit diurai. Contohnya dengan cara membuat lubang biopori untuk pembusukan sampah organik menjadi pupuk kompos cara rot Ini adalah cara yang signifikan untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir.
Edukasi bisnis online dan pemasaran digital. Sumber: Dokumen Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Edukasi bisnis online dan pemasaran digital. Sumber: Dokumen Pribadi
Dengan sub tema “Desa Dinamis Melalui Pengembangan Potensi Lokal Berbasis Teknologi Informasi” maka dimanfaatkan pengembangan bisnis online dengan potensi lokal bank sampah agar nilai jual hasil keterampilan sampah-sampah kering yang telah di kreasikan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya bagi ibu-ibu PKK di RT 01 RW 02. Edukasi bisnis yang diberikan adalah dasar-dasar mengenai cara berjualan secara daring (online) dimulai dari pembuatan akun e-commerce (Shopee). Kemudian dilanjutkan dengan pematerian mengenai pemasaran digital melalui sosial media Instagram. Mengenalkan jenis-jenis pemasaran digital dengan perangkat smartphone ataupun laptop dan tata cara memasarkan produk keterampilan dapat menarik pembeli. Dari adanya pematerian edukasi ini diharapkan ibu-ibu PKK dapat mengembangkan melalui e-commerce dari hasil keterampilan bank sampah yang telah dibuat.
ADVERTISEMENT
Selanjutnya, dilakukan sosialisasi mengenai aplikasi GEBETAN (Gerakan Belanja di Warung Tetangga) yang dimiliki oleh kepala desa untuk menunjang UMKM di Desa Sukamenak termasuk UMKM yang dibuat oleh Ibu PKK mengenai penjualan hasil keterampilan Bank sampah. Aplikasi GEBETAN adalah salah satu program kerja Kepala Desa Pak Taufik, SE dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Sukamenak dalam bidang UMKM. Dimana, aplikasi ini merupakan katalog online (e-catalog) yang dihubungkan ke link marketplace, sosial media, dan website pelaku UMKM. Banyak kategori bidang UMKM di aplikasi tersebut yang dapat di akses untuk berbelanja. Untuk akses aplikasi dapat mengklik link berikut: https://appon.id/13817-Sukamenak
Kelompok 96, Desa Sukamenak
Bagja Waluya, M.Pd. (DPL)
Penulis: Dinar Hargono
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020