LAZNAS DPF-Dompet Dhuafa Gelar Islamic Social Finance Di UIN Saizu Purwokerto

Dompet Dhuafa Republika adalah lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa
Konten dari Pengguna
15 Agustus 2022 12:15
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Dompet Dhuafa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Lembaga Amil Zakat Nasional Djalaluddin Pane Foudation (LAZNAS DPF) bersama Dompet Dhuafa menggelar seminar dalam membahas filantropi dan pemberdayaan berbasis Islamic Social Finance (ISF) di UIN Prof. KH Saefudin Zuhri (Saizu) Purwokerto pada Jumat kemarin (12/08/2022).
zoom-in-whitePerbesar
Lembaga Amil Zakat Nasional Djalaluddin Pane Foudation (LAZNAS DPF) bersama Dompet Dhuafa menggelar seminar dalam membahas filantropi dan pemberdayaan berbasis Islamic Social Finance (ISF) di UIN Prof. KH Saefudin Zuhri (Saizu) Purwokerto pada Jumat kemarin (12/08/2022).
ADVERTISEMENT
PURWOKERTO, JAWA TENGAH -- Lembaga Amil Zakat Nasional Djalaluddin Pane Foudation (LAZNAS DPF) bersama Dompet Dhuafa menggelar seminar dalam membahas filantropi dan pemberdayaan berbasis Islamic Social Finance (ISF) di UIN Prof. KH Saefudin Zuhri (Saizu) Purwokerto pada Jumat kemarin (12/08/2022).
ADVERTISEMENT
Pada seminar tersebut menghadirkan KH Wahfiuddin Sakam SE MBA, selaku Dewan Pembina DPF, Dewan Pengawas Syariah LAZNAS DPF dan Dompet Dhuafa, Ustaz H.Ahmad Fauzi Qasim selaku Sekretaris Dewan Syariah Dhuafa sebagai narasumber.
Kedua narasumber ini memiliki visi yang besar untuk membumikan Islamic Social Finance (ISF) sebagai sebuah alternatif pemberdayaan hari ini. menurut Ustaz H.Ahmad Fauzi Qasim saat ini ditopang oleh zakat dan wakaf. Untuk zakat sendiri ada potensi sekitar Rp327 triliun yang sesungguhnya bisa dikelola. Sayangnya beberapa pemahaman masyarakat tentang zakat itu sendiri masih terbatas, belum dimaksimalkan secara baik. Hari ini dari seluruh total potensi yang ada, pencapaian penghimpunan zakat baru di sekitar Rp14 triliun saja. Di luar zakat, wakaf adalah potensi ISF yang juga masih belum secara utuh dipahami masyarakat.
ADVERTISEMENT
“Perputaran wakaf saat ini hanya berpusat pada 3 M, yakni Madrasah, Masjid dan Makam. Padahal terdapat pilihan wakaf produktif yang pemanfaatannya bisa mendorong keberlanjutan dan pemberdayaan yang lebih jauh. Di beberapa negara mayoritas umat muslim, wakaf dipergunakan secara produktif sebagai penopang di sektor layanan publik seperti pendidikan hingga kesehatan. Misalnya, di Mesir kita tahu ada Universitas Al-Azhar, Kairo. Di Saudi Arabia sendiri, saat ini, Wakaf Khalifah Utsman Bin Affan masih terdapat jejaknya. Indonesia sebagai negara dengan negara yang penduduknya mayoritas Muslim tentu masih memiliki harapan yang besar dalam memaksimalkan potensi ISF dalam menopang beberapa sektor pemberdayaan, terutama dalam menciptakan fasilitas layanan masyarakat yang gratis dan berkualitas dari pengelolaan ISF,” ujar KH Wahfiudin Sakam dalam paparannya.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, KH Wahfiuddin Sakam menyatakan bahwa seminar bersama UIN Saizu Purwokerto adalah ikhtiar untuk memulai langkah-langkah besar itu semua. khususnya secara total memang telah melakukan banyak ikhtiar dalam mengupayakan, mengenalkan dan menyadarkan banyak umat muslim yang sudah sampai nisab zakat mal-nya atau pun punya keberlebihan harta untuk diwakafkan. Apalagi ke depan, nazir wakaf akan dituntut lebih profesional dalam pengelolaan dan tentunya dalam pengembangan bisnis.
“saat ini perguruan tinggi-perguruan tinggi Islam sudah mulai memikirkan proses pendidikan enginering. Pendidikan enginering itu adalah pendidikan yang berorientasi pada penemuan masalah yang bermuara pada solusi-solusi yang dihadirkan,” tambah KH Wahfiudin Sakam.
Seminar ini juga menjadi momentum penandatanganan kerjasama antara LAZNAS DPF dengan UIN Saizu Purwokerto di bidang pendidikan, penelitan dan pemberdayaan masyarakat. Kerja sama ini dianggap sudah sejalan dengan konsep pentahelix dalam upaya percepatan pembangunan di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, UIN Saizu Purwokerto sendiri, khususnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, memiliki program studi manajemen wakaf dan zakat. Tentu sangat besar harapannya untuk lahir dari program studi dari salah satu kampus besar Islam di Jawa Tengah ini para amil dan nazir yang profesional. (DD)*
ADVERTISEMENT