Peduli Kondisi Masyarakat Bawah, Helix Lab Salurkan Kurban Hingga Pelosok Daerah

Dompet Dhuafa Republika adalah lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa
Konten dari Pengguna
2 Agustus 2022 11:16
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Dompet Dhuafa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dusun Merak, dihuni oleh sekiranya 400 Kepala Keluarga dengan mata pencaharian utama sebagai peternak dan pekebun. Meski merawat sapi dan domba, namun semua hewan ternak tersebut bersifat bagi hasil dengan pemodal. Sehingga tidak untuk dikurbankan namun untuk bertahan hidup. Janganka untuk berkurban, untuk dikonsumsi sendiri saja mereka enggan. (Minggu, 10/07/2022)
zoom-in-whitePerbesar
Dusun Merak, dihuni oleh sekiranya 400 Kepala Keluarga dengan mata pencaharian utama sebagai peternak dan pekebun. Meski merawat sapi dan domba, namun semua hewan ternak tersebut bersifat bagi hasil dengan pemodal. Sehingga tidak untuk dikurbankan namun untuk bertahan hidup. Janganka untuk berkurban, untuk dikonsumsi sendiri saja mereka enggan. (Minggu, 10/07/2022)
ADVERTISEMENT
SITUBONDO, JAWA TIMUR- Penyedia fasilitas pelayanan kesehatan terpadu, Helix Laboratorium & Klinik turut menyalurkan kurban melalui program Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa. Di hari pertama perayaan Iduladha, Minggu (10/7/2022), sebanyak 5 (lima) ekor domba didistribusikan di Dusun Merak, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur dan 3 (tiga) ekor sapi di Desa Mokoau, Kecamatan Kambu, Kendari, Sulawesi Tenggara.
ADVERTISEMENT
Titik distribusi hewan kurban tersebut bukanlah tempat yang mudah untuk diakses. Untuk menuju Dusun Merak saja, tim THK Dompet Dhuafa harus menempuh jalur laut menggunakan perahu kecil berkapasitas maksimal 20 orang dengan jarak tempuh sekitar hingga 2 (dua) jam. Meski begitu, hal tersebut tak pernah menyurutkan tekad para tim untuk sampai di lokasi. Kenikmatan daging kurban pun akhirnya dirasakan oleh para masyarakat dhuafa yang jarang sekali merasakan daging.
Di sana, Dusun Merak, dihuni oleh sekiranya 400 Kepala Keluarga dengan mata pencaharian utama sebagai peternak dan pekebun. Meski merawat sapi dan domba, namun semua hewan ternak tersebut bersifat bagi hasil dengan pemodal. Sehingga tidak untuk dikurbankan namun untuk bertahan hidup. Janganka untuk berkurban, untuk dikonsumsi sendiri saja mereka enggan.
ADVERTISEMENT
Ibu Lasemi (60) salah satu penerima manfaat mengatakan, kalau penghidupan dirinya bergantung pada ternak domba dan upah dari menjadi buruh di kebun orang lain. Ia bersyukur karena semenjak kehadiran tim Dompet Dhuafa Jawa Timur yang datang ke Dusun Merak, akhirnya kini ia bisa merasakan daging.
“Kami tidak ada pendapatan bulanan mas. Kalau uang habis kami jual domba. Kalau dombanya beranak, alhamdulillah. Kalau tidak beranak, ya, kami syukuri saja,” ucapnya lirih.
Pimpinan Cabang DD Jawa Timur Kholid Abdillah menyampaikan, daerah Jawa Timur adalah provinsi terluas di Jawa. Meski banyak sapi dan domba ternak, namun di beberapa titik yang sulit dijangkau mengalami minus daging kurban. Apalagi masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. Selain memang tidak memiliki dana, mereka juga minim kesadaran untuk berkurban.
ADVERTISEMENT
“Semoga hadirnya kurban dari Helix (Laboratorium & Klinik) ini dapat membantu pemerataan pembagian daging serta memantik masyarakat untuk berkurban. Terima kasih atas kepercayaannya semoga terus terjalin kerjasama yang baik.” pungkasnya. (DD)*