Apa yang Dimaksud dengan Budi Daya Perairan? Ini Pengertian dan Tujuannya
Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Budi daya perairan telah menjadi salah satu upaya strategis untuk mengelola sumber daya air secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, berbagai organisme air, seperti ikan, udang, dan tumbuhan air dapat dibudidayakan demi mencukupi kebutuhan masyarakat. Artikel ini membahas apa yang dimaksud dengan budi daya perairan, karakter, tujuan, serta manfaatnya bagi kesejahteraan dan lingkungan.
Pengertian Budi Daya Perairan
Budi daya perairan merupakan metode pengelolaan organisme air yang dilakukan secara terencana dan terkontrol. Menurut buku Paket Keahlian: Budidaya Ikan Dasar-Dasar Budidaya Perairan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), budi daya perairan adalah proses memelihara untuk memperbanyak, menumbuhkan, dan meningkatkan mutu biota akuatik, sehingga diperoleh keuntungan. Pendekatan ini menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan dan teknik yang tepat agar hasil panen optimal.
Definisi Budi Daya Perairan
Budi daya perairan didefinisikan sebagai usaha memelihara dan membesarkan organisme air, seperti ikan, udang, atau rumput laut dalam media air tawar, payau, maupun laut. Kegiatan ini menggabungkan pengetahuan biologi, teknologi, dan manajemen agar hasil yang didapat mampu memenuhi kebutuhan manusia.
Karakteristik Budi Daya Perairan
Kegiatan budi daya perairan umumnya berlangsung di kolam, tambak, keramba, atau sistem akuaponik. Ciri khasnya terletak pada pengaturan faktor lingkungan, seperti kualitas air, pakan, dan pengendalian hama agar organisme yang dibudidayakan tumbuh sehat.
Contoh Kegiatan Budi Daya Perairan
Beberapa contoh nyata dari budi daya perairan adalah pembesaran ikan nila di kolam tanah, budi daya udang di tambak air payau, dan pemeliharaan rumput laut di laut lepas. Setiap jenis kegiatan memiliki teknik berbeda sesuai kebutuhan organisme dan lokasi budidaya.
Tujuan dan Manfaat Budi Daya Perairan
Tujuan utama budi daya perairan adalah menghasilkan produk perikanan secara berkelanjutan dan efisien. Dengan pengelolaan yang tepat, budi daya perairan mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan perairan.
Tujuan Utama Budi Daya Perairan
Salah satu tujuan utamanya adalah meningkatkan produksi ikan dan hasil perairan lainnya, baik untuk konsumsi domestik maupun ekspor. Selain itu, budi daya perairan membantu memanfaatkan lahan yang kurang produktif menjadi lebih bernilai.
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan
Kegiatan ini memberikan manfaat ekonomi, seperti penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat. Di sisi lain, penerapan teknik budi daya yang ramah lingkungan dapat mencegah kerusakan habitat alami dan menjaga ekosistem air tetap lestari.
Hal ini sesuai dengan penjelasan dalam jurnal Upaya Pelestarian Lingkungan dengan Budidaya Ikan Tawar di Aan Secret Waterfall Kabupaten Klungkung karya I Gusti Agung Ananda Putra. Jurnal tersebut menyebutkan bahwa cara budi daya ikan yang baik terdiri dari empat aspek, meliputi keamanan pangan, tanggung jawab lingkungan, kesehatan dan kesejahteraan ikan, serta sosial ekonomi. Tujuannya agar usaha budi daya yang dijalankan menerapkan prinsip yang bertanggung jawab (responsible aquaculture) dan berkelanjutan (sustainable aquaculture).
Pentingnya Budi Daya Perairan untuk Ketahanan Pangan
Budi daya perairan memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat. Hasil panen yang stabil dan terjangkau dari kegiatan ini berkontribusi langsung pada ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Kesimpulan
Budi daya perairan adalah strategi penting dalam mengelola sumber daya air untuk produksi pangan berkelanjutan. Dengan memahami pengertian, tujuan, dan manfaatnya, masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga dan meningkatkan hasil perikanan. Investasi pada budi daya perairan tak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga mendukung keseimbangan ekosistem.
(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)