kumparan
1 Mei 2019 21:38

Kebahagiaan Sebagai Sumber Kekuatan Perempuan

Perempuan adalah makhluk istimewa yang Tuhan ciptakan dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Hatinya lemah lembut, perasaannya begitu peka. Sebagian memandang ini sebagai kelemahan karena perempuan dianggap tak mampu melawan, pasrah, tarpaksa menerima keadaan, dan kemudian menangis sebagai pelampiasan.
ADVERTISEMENT
Sebetulnya perempuan itu makhluk yang kuat. Kalau bicara soal fisik, tentu tak diragukan lagi. Jangankan beban 100 kilogram, ia bahkan mampu menahan beratnya mengandung dan sakitnya rasa melahirkan. Demi apa? Tentu saja demi malaikat kecil yang akan mewarnai hari-harinya.
Demikianlah perempuan, dibalik kelembutannya ada kekuatan menakjubkan yang ia simpan dan hanya akan ia keluarkan untuk orang-orang yang dicintainya.
Maka jagalah hati dan perasaan kita sebagai perempuan sebagai dua modal utama kebahagiaan. Pada perempuan yang berbahagia maka setiap tingkah lakunya adalah kekuatan yang mampu menjadikan kehidupan di bumi ini lebih damai.
Kebahagiaan adalah kekuatan perempuan.
Tak perlu mencari di luar karena bahagia itu sudah ada di dalam diri kita. Bahagia itu semudah kita memutuskan dan mengatakan bahwa kita bahagia. Tak perlu larut dalam kesedihan karena ada sejuta alasan kita untuk tersenyum. Fokuslah pada apa yang kita miliki dan berbahagialah dengan itu.
ADVERTISEMENT
bahagia-sumber-kekuatan-perempuan.jpg
Perempuan yang bahagia memiliki kekuatan untuk menahan amarahnya karena hatinya begitu lapang untuk setitik noda hitam. Pikirannya pun menjadi jernih karena masih ada seribu alasan lainnya untuk berpikir positif.
Perempuan yang bahagia memiliki kekuatan untuk tahan terhadap perubahan situasi, kemampuan beradaptasi, serta menjadi satu tanpa meleburkan diri. Ia mampu menjadi kuat, bukan kuat yang kaku dan solid sehingga mudah dipatahkan, melainkan kuat namun lentur sehingga tekanan apapun mudah ia ikuti tanpa perlu merusak diri lalu menjadi satu karenanya.
Berada di tempat yang baru dan mendapati beberapa hal tak sesuai prinsip, tak perlu kaku, marah, lalu menciptakan ketegangan. Bersikaplah elegan, menolak dengan cara yang halus, dan katakan kita mungkin beda tapi kita tetap berteman. Memiliki prinsip sendiri adalah sebuah kekuatan karena kita paham apa yang kita butuhkan, bukan malah mengikuti arus yang kemudian justru merugikan diri kita sendiri. Beranilah untuk berkata tidak dan rasakan betapa bahagianya kita karena bisa menghargai diri sendiri.
ADVERTISEMENT
Perempuan yang bahagia juga memiliki kekuatan untuk meminta maaf dan memaafkan karena ia tahu tak ada yang sempurna di dunia ini. Meminta maaf adalah perbuatan yang sulit bagi mereka yang masih memilki benteng kesombongan, tentu saja perlu kekuatan untuk mendobraknya. Demikian juga dengan memaafkan, perlu kekuatan untuk mengikhlaskannya.
Perempuan yang bahagia juga memiliki kemampuan untuk menghasilkan karya dan memaksimalkan potensi yang ada dalam dirinya. Dengan rasa bahagia, ide-ide berdatangan dan energinya meningkat. Mereka yang memiliki kecerdasan naturalistik yang baik mungkin bisa menjadi chef handal atau bagi mereka yang memiliki kecerdasan intrapersonal yang baik, menjadi penulis pun bisa jadi pilihan.
Perempuan yang bahagia juga memiliki kemampuan untuk menahan hawa nafsunya. Bagaimana untuk sabar terhadap cobaan, bersyukur terhadap nikmat yang diberikan Tuhan, serta mampu menjaga perasaan yang lainnya.
ADVERTISEMENT
Begitu besar memang godaan kita sebagai seorang perempuan, misalnya saja keinginan mengikuti tren dalam berpakaian, traveling, hingga sekadar alat memasak. Kalau hati kita tidak di-setting untuk bahagia dan merasa cukup dengan apa yang ada, niscaya kita akan selalu merasa kurang.
Sulit memang untuk bertahan dalam kondisi yang rumit, ketika kesehatan ekonomi menurun, sementara kebutuhan harian tetap harus terpenuhi. Bila tak kuat iman, tak jarang mencari jalan pintas demi bisa mendapatkan materi.
Perasaan tak berdaya, merasa tak berguna adalah godaan agar perempuan terus merasa rendah diri dan menjadi alasan untuk tidak berbahagia, akhirnya kerap bersikap dingin, pemarah, bahkan menyerang mereka yang tidak sejalan dengan pemikiran kita.
Ada beberapa perempuan yang setelah menikah lalu menjadi ibu rumah tangga, kemudian ia merasa kehidupannya gelap, padahal justru ialah pelita bagi keluarganya. Menyanyangi keluarga dan mendidik buah hati adalah alasan sederhana bahwa ia berarti dalam hidup ini.
ADVERTISEMENT
Begitu juga pada sebagian perempuan yang bekerja lalu memandang dirinya bukan wanita yang sempurna. Padahal bisa jadi banyak hal yang melatarbelakangi alasan dibalik itu. Mungkin saja ia adalah tulang punggung satu-satunya dalam keluarga. Melalui keringatnya, ia dapat menyekolahkan adiknya, ia dapat membayar pengobatan ibunya, memenuhi kebutuhan harian keluarganya atau yang lainnya.
Demikianlah kehidupan dengan segala ujiannya, membuat perempuan, seorang makhluk yang kuat merasa seolah-seolah tak berdaya dan terus dihantui perasaan tak bahagia. Padahal perempuan adalah makhluk yang kuat yang memiliki banyak kelebihan dan bahagia adalah sumber kekuatanya untuk menciptakan kehidupan yang lebih bermakna.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan