Konten dari Pengguna

Komunikasi Antara Orang Tua dan Anak, Apakah Penting?

Dzikri Nur Fadlan

Dzikri Nur Fadlan

Mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan Psikologi di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA)

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dzikri Nur Fadlan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Photo by Alexander Grey on Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Photo by Alexander Grey on Unsplash

Komunikasi merupakan bagian tak terpisahkan dalam kehidupan, khususnya komunikasi antara orang tua dan anak.

Sebagai sebuah keluarga tentu penting untuk menjaga komunikasi, baik itu antar orang tua, maupun orang tua ke anak. Karena komunikasi orang tua kepada anaknya dapat mempengaruhi pembentukan kepribadian sang anak.

Orang tua harus berperan dalam mendidik anak dengan mengajarkan norma masyarakat, agar si anak bisa berkomunikasi dengan baik di lingkungannya. Anak juga bisa dengan mudah mendengarkan, menerima, dan menjalankan apa yang dibicarakan oleh orang tuanya. Untuk itu, ada baiknya orang tua menjaga tata bahasanya ketika di hadapan sang anak.

Beberapa manfaat dari komunikasi orang tua dan anak yang efektif:

  1. Terbentuknya hubungan keluarga yang harmonis, serta saling percaya antara orang tua dan sang anak

  2. Mendorong proses perkembangan kemampuan kognitif, emosional, dan sosial sang anak. Tentunya proses ini akan sangat membantu sang anak dalam memilih pergaulan.

  3. Dapat membantu anak untuk terhindar dari perilaku yang negatif. Hal semactam ini tentu tidak diinginkan oleh seiap orang tua untuk dimiliki anak tercintanya.

Supaya dapat merasakan manfaat dari komunikasi yang efektif, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh orang tua:

Photo by Some Tale on Unsplash
  1. Mendengarkan sang anak. Orang tua harus bisa dan mau mendengarkan ketika sang anak mau menyampaikan sesuatu. Ketika mendengarkan sang anak, orang tua harus bisa berempati dan tidak boleh menghakimi sang anak. Dengan mendengarkan apa yang disampaikan anak, akan membuat anak merasa diperhatikan, dimengerti, dan disayang oleh orang tua mereka.

  2. Terbuka dengan sang anak. Maksud dari terbuka disini adalah orang tua harus jujur dan konsisten ketika menyampaikan pesan kepada sang anak. Orang tua juga harus bisa menyediakan ruang bagi anak untuk menyampaikan pendapat, pertanyaan, dan masalah yang lagi dihadapinya. Efek dari komunikasi secara terbuka ini bisa meningkatkan kepercayaan sang anak kepada orang tua mereka.

  3. Menggunakan bahasa yang positif. Anak sangat mudah mempraktikan apa yang dilihat dan didengarnya. Maka dari itu, orang tua harus menggunakan bahasa yang positif dan tetap santai, agar sang anak tidak merasa kaku dan tertekan.

  4. Orang tua juga dapat memberi dukungan, pujian, ataupun penghargaan kepada sang anak ketika dia berhasil meraih sesuatu. Hal ini dapat meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi sang anak.

Komunikasi dapat menjadi faktor dari kualitas kehidupan keluarga di masa depan. Karena itu, orang tua harus dapat membangun dan menerapkan komunikasi yang efektif dengan sang anak sejak dini.

Membangun komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak tentu tidak semudah itu. Banyak hal yang menjadi penghambat proses pembentukan komunikasi yang efektif ini. Kebanyakan tantangannya berasal dari sisi orang tua, tapi tidak sedikit juga yang ada dari lingkungan sekitar sang anak.

Ada beberapa hal nih yang jadi penghambat komunikasi efektif antara orang tua dan anak, yang berasal dari orang tua:

Photo by Afif Ramdhasuma on Unsplash
  1. Ekonomi. Kenapa ekonomi masuk? Karena tidak sedikit anak yang memiliki kedua orang tua yang bekerja dari pagi hingga sore. Begitu sampai di rumah, orang tua udah lelah dan lebih memilih untuk istirahat. Ini tentunya akan menghambat terbentuknya komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak. Karena anak butuh waktu untuk menghabiskan waktu bersama orang tuanya.

  2. Kesadaran. Masih cukup banyak orang tua yang belum menyadari pentingnya berkomunikasi dengan sang buah hati. Misalnya, ketika anak mau ngajak bermain tapi orang tua malah ngasih gadget kepada sang anak agar dia anteng dan diam sambil nonton vidio. Mungkin ini efektif buat ngasih waktu tenang ke orang tua, tapi ini tidak baik untuk jangka panjang.

Selain hambatan yang berasal dari sisi orang tua, anak juga dapat berperan dalam menghambat proses pembentukan komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak.

Biasanya hambatan ini berasal dari pergaulan sang anak, seperti sekolah dan lingkungan sekitar rumahnya. Tapi, hal ini dapat dicegah dan diatasi lewat didikan dari orang tua.

Lagi-lagi semuanya berasal dari orang tua. Ya, karena memang besar peran orang tua dalam proses pembentukan karakter sang anak.

Perilaku yang ditampilkan oleh anak terhadap lingkungannya dapat menjadi cerminan dari komunikasinya dengan orang tua. Anak yang berperilaku buruk dapat mencerminkan komunikasi yang kurang efektif dengan orang tuanya. Begitu juga sebaliknya, anak yang berperilaku baik dapat mencerminkan komunikasi yang efektif dengan orang tuanya.

Tentunya hal ini ga bersifat mutlak, ya. Jadikan ini sebagai motivasi dan pembelajaran bagi kita agar bisa menjadi orang tua yang dapat berkomunikasi secara efektif dengan sang buah hati nantinya.