• 0

Tekanan IHSG Diprediksi Masih Terjadi Hingga Akhir Tahun

Tekanan IHSG Diprediksi Masih Terjadi Hingga Akhir Tahun



Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Pemantauan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Foto: Iggoy el Fitra)

Di pekan terakhir jelang pergantian tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak bearish (cenderung tertekan). Selain sepinya perdagangan karena efek libur panjang, hal lain yang menjadi penyebab adalah rendahnya sentimen positif pasar modal dalam negeri serta kondisi global.
"Diperkirakan IHSG masih akan cenderung mixed tertekan, menguji level support psikologis jika tidak mampu kembali diatas MA200 dengan rentang pergerakan pada level 5000-5100," kata Analis Reliance Securities Lanjar Nafi melalui riset yang diterima kumparan, Senin (26/12).
Pada penutupan perdaganga Jumat (23/12), IHSG kembali tertekan dengan ditutup melemah 15,17 poin (0,30%) di level 5027,7. Indeks sektoral pertanian, industri dasar dan trading mampu menahan pelemahan indeks di mana ketiga sektor tersebut berhasil bertahan pada zona hijau sepanjang perdagangan.
Saham-saham yang terkoreksi cukup dalam dan berpeluang rebound jangka pendek minggu ini diantaranya AKRA dengan support resistance 5.500-6.100, BBTN dengan support resistance 1.600-1.725, INCO dengan support resistance 2.670-3.050, INDF dengan support resistance 7.200-8.000, KLBF dengan support resistance 1.420-1.540, PGAS dengan support resistance 2.360-2.790, UNTR dengan support resistance 18.900-21.550, GGRM dengan support resistance 60.000-65.000, MPPA dengan support resistance 1.335-1.525.
Sementara itu pada perdagangan terakhir, jumlah capital inflow yang masuk sebesar Rp 457,67 miliar. Sehingga tercatat sepanjang pekan lalu capital inflow yang masuk sebesar Rp 711,31 miliar atau yang terbesar sejak 17 minggu terakhir.
"Hal ini berbalik dengan bursa Asia pada umumnya menjelang akhir tahun investor asing justru terlihat melakukan aksi beli di IHSG," ujar Lanjar.
Lanjar menambahkan penurunan ekuitas di Asia khususnya saham-saham Hong Kong masih dipengaruhi oleh arus modal keluar investor. Sementara itu, Bursa Eropa sedikit berubah pada zona positif. Sektor keuangan menjadi faktor utama pendorong penguatan di mana Deutsche Bank naik 4,5% dan Credit Suisse naik 2% diawal sesi perdagangan. Data tingkat kepercayaan di Jerman menunjukan survei yang cukup positif dimana naik menjadi 9,9 dari 9,8.


Market ReviewIHSGEkonomiFinansialKeuangan

500

Baca Lainnya