• 2

Penumpang Pesawat Libur Natal dan Tahun Baru Naik 15 Persen

Penumpang Pesawat Libur Natal dan Tahun Baru Naik 15 Persen




Menhub Budi Karya

Menhub Budi Karya di depan layar CCTV. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Kementerian Perhubungan mencatat jumlah penumpang pesawat udara pada Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 mengalami kenaikan mencapai 15 persen dibanding hari biasa. Kenaikan terjadi di beberapa bandara seperti Soekarno-Hatta, Tangerang dan Bandara Juanda, Surabaya.
"Rata-rata jumlah penumpang naik 4-9 persen. Di Bandara tertentu naik hingga 15 persen," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai melakukan video teleconference memantau angkutan Natal dan Tahun Baru di Command Center Kementerian Perhubungan, Jakarta, Minggu (25/12).
Budi mengatakan kenaikan jumlah penumpang tersebut menujukkan daya beli masyarakat masih bagus. Soal adanya keluhan mahalnya harga tiket, Budi mengaku sudah mengklarifikasi hal tersebut kepada pengelola maskapai. Menurut dia, kenaikkan tarif saat ini masih berada pada batas normal. "Kalau batas atas, tidak perlu ditindak karena memang haknya. Tapi kalau melampaui, pasti kami tindak," katanya.
Sementara untuk penumpang yang menggunakan jasa angkutan laut, Budi mencatat terjadi penurunan mencapai 20 persen. Menurut dia, hal tersebut disebabkan karena masyarakat saat ini lebih memilih menggunakan kereta api, bus dan pesawat. "Namun untuk daerah Indonesia, angkutan laut masih dibutuhkan," katanya.
Untuk angkutan darat, Budi mengklaim sudah tidak ada kemacetan panjang di keluar tol Brebes Timur atau Brexit sudah tidak terjadi lagi. Menurut dia, kondisi tersebut terjadi setelah diberlakukan sistem buka tutup sejak 23 Desember 2016. "Bagi yang akan kembali ke Jakarta, kami imbau jangan hanya menggunakan tol Cipali, karena ada jalur utara dan selatan yang relatif baik," ujarnya.
Puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru sendiri diprediksi jatuh pada 1 Januari 2017. Budi meminta masyarakat tidak kembali ke daerahnya secara serentak agar tidak terjadi penumpukan penumpang dan kemacetan. “Saya mengimbau mereka yang menggunakan pesawat, mobil pribadi, kereta dan sebagainya jangan bertumpuk pada tanggal 1 Januari," kata Budi.

Natal 2016Angkutan Barang Masa NatalTransportasiEkonomiMudik 2017

500

Baca Lainnya