• 0

Minim Sentimen Positif, IHSG Dibuka Melemah 7 Poin

Minim Sentimen Positif, IHSG Dibuka Melemah 7 Poin



Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Ilustrasi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Foto: Iggoy el Fitra)

Pada pembukaan perdagangan Jumat (23/12), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 0,13% atau 6,58 poin ke level 5.036,29.
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 1,34% atau 68,52 poin ke 5.042,87 setelah dibuka dengan penguatan 0,06% atau 3,01 poin ke level 5.114,40.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG bergerak pada kisaran 5.032,91 - 5.120,36.
Dari 540 saham yang diperdagangkan, sebanyak 80 saham menguat, 246 saham melemah, dan 214 saham stagnan.
Seluruh sembilan sektor yang tercatat di Bursa Efek Indonesia memberikan tekanan pada IHSG, dipimpin oleh sektor konsumer yang melemah 2% dan diikuti sektor finansial yang merosot 0,71%.
Sejak awal perdagangan, IHSG terus bergerak mixed. Namun, IHSG terus tertekan hinga akhir perdagangan dan akhirnya ditutup melemah.
Sejalan dengan pelemahan IHSG, pergerakan seluruh indeks saham lainnya di Asia Tenggara turut melemah. Di antaranya Indeks Hang Seng turun 173,60 poin (0,80%) ke 21.636,20, Indeks SSE Composite turun 8,89 poin (0,28%) ke 3.130,67 dan Indeks Straits Times turun 12,71 poin (0,45%) ke 2.868,97.
Analis First Asia Capital, David Sutyanto, menilai ekspektasi atas penguatan dolar di 2017 dan kenaikan bunga The Fed telah meningkatkan risiko capital outflow di emerging market, termasuk di Indonesia. Hal ini telah menekan pasar saham Indonesia beberapa pekan terakhir.
"Memasuki perdagangan akhir pekan ini sebelum libur Natal, IHSG diperkirakan rawan koreksi lanjutan menyusul minimnya insentif positif dan tipisnya volume perdagangan," jelas David melalui risetnya, pagi ini.
Ia melanjutkan, pelaku pasar cenderung bermain aman dan aksi beli sifatnya selektif dalam volume terbatas terutama menyasar saham-saham yang memiliki isu individual menarik seperti pembagian dividen interim.
"IHSG secara technical akan bergerak dengan support di 5.010 dan resisten di 5.110 cenderung di teritori negatif," papar David.

EkonomiFinansialKeuanganIHSG

500

Baca Lainnya