• 0

Pakai Teknologi Canggih, Rupiah Seri Terbaru Sulit Dipalsukan?

Pakai Teknologi Canggih, Rupiah Seri Terbaru Sulit Dipalsukan?



Uang Pecahan Baru

Presiden Jokowi hadir dalam peresmian peluncuran uang pecahan baru di Bank Indonesia. (Foto: Aditia Noviansyah)

Bank Indonesia (BI) mengklaim pecahan rupiah dengan desain baru memiliki teknologi yang lebih canggih dari seri mata uang lama. Namun apakah rupiah seri terbaru sangat sulit untuk dipalsukan?
"Dan pengamanan itu diketahui oleh masyarakat luas, dan ada yang hanya bisa diketahui oleh spesialis BI. Tentunya nanti akan ada sosialisasi pengamanan, tapi yang paling sederhana adalah diraba, diterawang,” ujar Agus di kantor BI, Jalan HM Thamrin, Jakarta, Senin (19/12).
Agus menjelaskan pada uang pecahan Rp 100.000 setidaknya memiliki 9-12 unsur pengaman. BI memang ingin memperkuat unsur pengaman mulai dari pemberian color shifting, rainbow feature, latent image, ultraviolet feature, tactile effect, dan rectoverso.
BI juga telah melakukan beberapa perubahan pada seri mata uang terbaru, termasuk pergeseran warna. Apabila dilihat dari sudut pandang yang berbeda, akan terjadi perubahan warna secara kontras.
Dari sisi rainbow feature, jika dilihat dari sudut pandang tertentu akan muncul gambat tersembunyi multi warna berupa angka nominal. Sedangkan dari sisi latent image, dilihat dari sudut tertentu akan muncul gambar tersembunyi berupa teks BI pada bagian depan dan angka nominal pada bagian belakang. Lalu dari sisi ultra violet feature (level 2), dilakukan penguatan desain UV feature yang memendar menjadi dua warna di bawah sinar UV.
Terakhir dari sisi rectoverso, apabila diterawang akan terbentuk gambar saling isi berupa logo BI. Tidak hanya itu, desain uang tahun emisi (TE) 2016 dilakukan dengan penyempurnaan fitur kode tunanetra (blind code) dengan melakukan perubahan desain pada bentuk kode tunanetra berupa efek rabaan (tactile effect) untuk membantu membedakan antar pecahan dengan lebih mudah.
Agus mengakui untuk membuat mata uang seri terbaru ini dibutuhkan bahan baku yang berkualitas seperti kertas, cetakan dan warna. Sayangnya Agus tidak menjelaskan lebih detail.
"Ada beberapa sumber, dari beberapa negara dilakukan tender secara internasional yang governance-nya baik," jelasnya.

Uang BaruPerbankanEkonomiRupiahBisnis

500

Baca Lainnya