kumparan
15 Februari 2020 18:56

Saya Duga di Balik Wabah Corona Akan Ada Teknologi Baru Muncul

Ilustrasi virus corona. Foto: Shutter Stock
Pemerintah China sangat serius mencegah penyebaran virus corona. Warga China yang baru pulang ke Beijing diperintahkan untuk tidak keluar rumah. Berapa hari? Ya sama, kira-kira 14 hari. Ini gila juga. Gimana kalau pegawai? Tapi, China tegas.
ADVERTISEMENT
Menolak tak keluar rumah? Jangan main-main. Di China, bisa saja ditangkap atau diberi sanksi. Beberapa minggu lalu, ada video ketika seorang laki-laki diminta turun dari bus oleh polisi karena tidak pakai masker.
Virus corona memang masih terus jadi masalah. Terakhir, saya baca sudah 1.500 orang meninggal dunia. Para peneliti juga masih mencoba untuk mencari solusi terbaik, dengan membuat antivirus yang juga bisa mencegah wabah meluas.
Tapi di balik wabah ini, mungkin ada hal positif yang bisa dihasilkan. Tadi, saya nonton video dari New China, yang dibuat oleh kantor berita China, Xinhua. Di China, orang yang dikarantina dikirim makanan oleh robot.
Robotnya sederhana hanya seperti baki yang beroda. Tapi efektif. Yang penting bukan tampang kan, tapi hasil kerjanya. Kalau pegawai-lah, yang penting bukan gaya atau tampangnya itu tadi tapi hasil kerjanya.
ADVERTISEMENT
Robot itu hilir-mudik ke kamar-kamar membawa makanan. Ketika penghuni kamar keluar maka diminta mengambil di rak tertentu lalu tinggal pencet tombol finish ketika selesai. Efektif dan yang jelas aman.
Jadi, saya rasa ada yang hari-hari ini di China memutar otak bagaimana membuat robot atau automation machine untuk logistik. Dari robot sederhana yang membawa makanan ke kamar hingga logistik antartitik di sebuah kota. Apalagi, ditengah pembatasan mobilitas oleh pemerintah China.
By the way, saya duga di balik wabah ini ya nantinya ada teknologi-teknologi baru yang muncul yang membantu manusia. Semoga begitu deh. Happy weekend ya. / ESL
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan