Luhut Sebut Prabowo Minta Program MBG Lebih Efisien dan Tepat Sasaran
·waktu baca 2 menit

Presiden Prabowo Subianto meminta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ditata ulang, termasuk anggaran diefisiensikan dan penyalurannya tepat sasaran. Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan usai dipanggil Prabowo dalam rapat di Istana, Jakarta, Rabu (9/6).
Ketua DEN, Luhut Binsar Panjaitan, menilai MBG merupakan program yang sangat baik. Namun, menurutnya pelaksanaan program tersebut masih perlu ditata dan dikelola dengan lebih rapih.
“Dari tadi Presiden sudah memberikan arahan, kita akan bantu dari Dewan Ekonomi untuk menata pelaksanaannya sehingga jauh menjadi lebih bagus dari Dewan Ekonomi,” kata Luhut kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (9/6).
Luhut menjelaskan pengelolaan anggaran saat ini pada dasarnya sudah cukup efisien. Meski demikian, ia meyakini efisiensi dapat semakin ditingkatkan apabila seluruh program dan belanja negara lebih tepat sasaran, termasuk anggaran program MBG.
“Tadi kami juga minta presiden, Dewan Ekonomi melakukan monitoring dan evaluasi dan melaporkan pada presiden. Ini kita lakukan berkala seperti tadi kita survei yang kita lakukan itu,” ucap Luhut.
Anggota DEN Mochamad Firman Hidayat yang juga hadir dalam rapat tersebut mengatakan efisiensi anggaran akan terus dilakukan pemerintah termasuk Program MBG.
“Tadi angkanya cukup besar yang kita bisa hemat dari sisi BGN, bahkan kita ada langkah-langkah dari sisi penerimaan,” ucap Firman dalam kesempatan yang sama.
Ia pun mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi, termasuk dampak perang geopolitik yang berpotensi berlangsung lebih lama dari perkiraan, seperti pelemahan rupiah, harga minyak yang berdampak pada kenaikan biaya produksi dan distribusi.
“Ini yang perlu diantisipasi nanti, kemudian di tengah ketidakpastian global ini confidence,” tutur Firman.
Dalam konferensi pers yang sama, Anggota DEN Chatib Basri membeberkan adanya risiko kenaikan harga barang akibat pelemahan rupiah yang berdampak ke masyarakat menengah ke bawah. Karena itu, perlunya efisiensi anggaran, salah satunya dalam Program MBG agar kepercayaan ke pemerintah kembali menguat.
"Kami sampaikan salah satu isu penting adalah kemungkinan risiko kenaikan harga-harga yang bisa terjadi akibat dari pelemahan rupiah dan ini akan berdampak ke menengah ke bawah, termasuk menumbuhkan masalah confident dan trust ke pemerintah, salah satunya langkah-langkah dlm efisinesi anggaran, salah satunya kaitan dengan MBG," jelasnya.
