Konten dari Pengguna

Dampak Positif G20 Bagi Perekonomian Indonesia

ERNI DAMAYANTI

ERNI DAMAYANTI

Mahasiswa S1 Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Malang

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ERNI DAMAYANTI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto buatan sendiri
zoom-in-whitePerbesar
Foto buatan sendiri

G20 merupakan forum kerja sama multilateral atau banyak negara yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia, terdiri dari 19 negara dan Uni Eropa (EU). Forum ini telah berlangsung di Bali, Indonesia pada 15-16 November 2022 lalu. Lahirnya G20 sebagai respons terhadap krisis ekonomi dunia pada tahun 1997-1998. Tujuannya sendiri untuk memastikan dunia keluar dari krisis dan menciptakan pertumbuhan ekonomi global yang kuat dan berkesinambungan. Hingga saat ini forum G20 masih eksis sehingga dapat memberikan kontribusi yang baik bagi perekonomian terutama untuk keluar dari krisis pasokan setelah pandemi covid-19.

Negara yang turut andil menjadi anggota dari G20 saat ini yaitu Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Prancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa. Negara-negara yang menjadi anggota G20 ini dianggapnegara yang berpengaruh oleh duni karena negara-negara ini mewakili 80 persen dari perekonomian dunia.

Dari daftar negara-negara anggota G20 tahun ini, hanya Indonesia satu-satunya negara dari Asia Tenggara yang merupakan anggota G20. Artinya perekonomian Indonesia dapat dibilang sangat baik sehingga bisa masuk ke G20 dari sekian banyaknya negara-negara di dunia yang belum dapat masuk ke G20. Hal ini dikarenakan nilai PDB Indonesia tinggi, karena salah satu indikator sebagai anggota G20 yaitu mengacu pada nilai PDB negara tersebut. Nilai PDB Indonesia pada tahun 2020 yaitu sebesar US$1,05 triliun. Meskipun nilai ini tidak sebanyak negara China, Jerman, Jepang, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Inggris, tetapi nilai PDB Indonesia masih lebih unggul dari negara-negara yang juga turut andil di G20 tahun ini yaitu Argentina (US$383 miliar), Turki (US$720,1 miliar), Afrika Selatan (US$301,9 miliar), dan Arab Saudi (US$700,1 miliar).

Saat ini Indonesia berada pada urutan ke-16 berdasarkan PDB. Sementara itu, Amerika Serikat (AS) merupakan anggota G20 dengan perekonomian terbesar pada 2020 mencapai US$20,9 triliun, diikuti Uni Eropa dengan PDB sebesar US$15,2 triliun dan China US$14,7 triliun. Sedangkan, negara anggota G20 dengan perekonomian terkecil adalah Arab Saudi, dengan PDB senilai US$700,1 miliar, diikuti Argentina dengan PDB US$383 miliar dan Afrika Selatan US$301,9 miliar.

Beberapa dampak positif G20 bagi perekonomian Indonesia yaitu sebagai berikut:

• Nilai PDB meningkat

Menteri Keuangan Sri Mulyani, mengungkapkan bahwa adanya G20 akan berkontribusi US$ 533 juta atau sekitar Rp7,4 triliun pada PDB Indonesia. Hal in sesuai dengan tujuan awal terbentuknya G20 sendiri yaitu untuk memperbaiki perekonomian sehingga tidak ada ruginya bagi Indonesia mengikuti G20, malah negara kita lebih banyak dikenal di dunia karena adanya forum G20 ini.

• Peningkatan konsumsi domestik

Peningkatan konsumsi domestik hingga Rp1,7 triliun. Peningkatan ini akan menyumbang nilai yang besar pula bagi perekonomian Indonesia.

• Peningkatan wisatawan dari mancanegara

Dari sisi pariwisata, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyebut gelaran G20 akan berkontribusi terhadap proyeksi peningkatan wisatawan mancanegara hingga 1,8 juta – 3,6 juta. Tahun ini G20 dilaksanakan di Bali dan hal ini menguntungkan Indonesia untuk lebih dikenal oleh banyak wisatawan mancanegara sehingga akan banyak lapangan pekerjaan baru sekitar 600 ribu – 700 ribu yang ditopang dengan kinerja bagus di sektor makanan, fashion, dan kriya.

• Meningkatkan lapangan kerja di sektor UMKM

Rangkaian kegiatan G20 di Indonesia akan melibatkan UMKM dan menyerap tenaga kerja sekitar 33.000 orang. Pelibatan UMKM di G20 memberikan banyak dampak positif bagi para pelaku UMKM maupun masyarakat. Pelaku UMKM dapat terbantu karena dilibatkan dan banyak wisatawan mancanegara yang melakukan konsumsi, masyarakat yang menganggur juga memiliki peluang untuk membuka maupun pekerja di UMKM karena dibutuhkan banyak tenaga kerja.

• Mendorong investasi pada UMKM dalam negeri

Menurut Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, G20 akan mendorong investasi pada UMKM dalam negeri, mengingat saat ini 80% investor global berasal dari negara-negara G20. Sehingga pelaku UMKM lebih diuntungkan dengan adanya forum ini.

• Tingkat ekspor dan kepercayaan investor global tinggi

Kontribusi Indonesia di G20 tentunya untuk mendesain kebijakan untuk pemulihan ekonomi global. Jika ekonomi global akhirnya membaik maka akan meningkatkan kepercayaan banyak negara kepada Indonesia, sehingga ekspor akan naik dan kepercayaan investor global meningkat.

• Peningkatan aktivitas ekonomi

Menurut Guberbur BI Perry Warjiyo, pemulihan ekonomi global dan domestik dampaknya akan meningkatkan konsumsi masyarakat karena kesejahteraan meningkat, investasi dan impor serta ekspor meningkat pesat. Sehingga dampaknya sat ini penerimaan pajak tumbuh lebih dari 18 persen, bea cukai tumbuh 24 persen lebih, serta penerimaan PNBP tumbuh lebih dari 23 persen.

Kita sebagai masyarakat Indonesia harusnya bangga dengan negara kita yang mampu menjadi G20 tahun ini karena hanya negara-negara yang pantas lah yang dapat masuk ke G20. Nama Indonesia akan lebih dikenal di dunia sehingga memberikan banyak dampak positif bagi perekonomian negara Indonesia. Akibatnya roda perekonomian setelah pandemi membaik dan kesejahteraan masyarakat meningkat. Oleh karena itu kita sebagai masyarakat Indonesia harus mendukung penuh dengan adanya G20, selain itu kita juga dapat terus melakukan kegiatan ekonomi agar perputaran uang terus ada di negara kita dan dapat menyumbang nilai yang tinggi untuk PDB maupun perekonomian nasional dan dunia.