Opini & Cerita17 September 2020 15:56

Insting Ibu atau Insting Ayah?

Konten kiriman user
Insting Ibu atau Insting Ayah? (633671)
Jadi pendengar yang baik saat anak bercerita tentang khayalannya Foto: Shutterstock
Apakah menjadi ibu adalah suatu insting, dari sananya, atau hanya konstruksi masyarakat? Sekian lama kelompok biologis berkeyakinan bahwa menjadi ibu bersifat instingtif, jadi biologis sifatnya. Sementara itu kelompok feminis menganggap insting maternal tidak ada, ia hanya bentukan masyarakat.
ADVERTISEMENT
Pada tahun 2002, Sarah Blaffer Hrdy mencoba untuk menengahi perdebatan ini, dengan mengakui kebenaran kedua belah pihak. Insting maternal memang ada, demikian hasil penelitian antropolog dan sosiobiologis dari Amerika.
Di sini Hrdy dengan sendirinya menentang pandangan filsuf Prancis Elisabeth Badinter dan feminis-feminis lain mengenai insting maternal yang tidak pernah ada, hanya bentukan sosial.
Tetapi Hrdy juga menentang pandangan Darwin bahwa insting maternal ini murni biologis. Menurut Hrdy, Darwin melihat perempuan hanya seperti mesin penghasil anak dan menuntut perempuan untuk menjadi ibu yang “baik”.
Yang menarik dari pandangan Hrdy ini adalah bahwa meskipun namanya “maternal” tetapi bukan hanya dimiliki perempuan. Insting untuk mengasuh ini ada pula pada tiap orang, terlepas dari jenis kelaminnya (perempuan, laki-laki, transgender).
ADVERTISEMENT
Selain itu, insting ini sifatnya hanya predisposisi. Maksudnya tidak secara otomatis insting ini muncul ketika seseorang punya anak. Perlu ada mekanisme lain yang bisa membuat si ibu ataupun si ayah jadi jatuh cinta pada si anak dan menggerakkan insting maternal itu (keinginan untuk mengasuh).
Mekanisme ini salah satunya datang dari si bayi itu sendiri (intervensi si bayi untuk menarik hati orang dewasa seperti tersenyum, dan karakteristik fisiologisnya yang dianggap lucu menggemaskan seperti montok, bermata besar, wajah bulat, dll). Ini yang membuat seorang ibu/ayah yang mungkin karena satu dan lain hal tadinya tidak menginginkan si bayi tapi langsung mencintai anaknya ketika melihat yang satu ini tersenyum.
Di sisi lain, ini juga yang menjelaskan mengapa ada ibu/ayah yang tidak bisa mencintai anaknya, lebih mencintai anak yang satu dibandingkan anak yang lain, meninggalkan anak, melakukan kekerasan fisik, dan bahkan sampai membunuh anak.
ADVERTISEMENT
Tentu saja hasil penelitian Hrdy ini ditolak mentah-mentah oleh Elisabeth Badinter: Perempuan bukan simpanse, demikian tegas filsuf feminis ini dalam sebuah wawancara dengan majalah mingguan L’Obs, 12 Februari 2010. (Penelitian Hrdy memang dilakukan pada beberapa jenis hewan, salah satunya simpanse).
Tanggal 10 September 2020 lalu, Catherine Dulac baru saja mendapatkan penghargaan Breakthrough Prize atas penemuannya mengenai sirkuit neuron yang mengatur insting parental (jadi bukan lagi insting maternal). Profesor di Harvard University dan peneliti di Howard Hughes Medical Institute ini menemukan bahwa ada sirkuit-sirkuit pada otak yang mengatur perilaku “parental” tikus jantan dan betina.
Sirkuit-sirkuit ini akan diaktifkan oleh hormon-hormon, menjadi semacam interrupter. Pada tikus betina, sirkuit yang umumnya diaktifkan adalah merawat si anak. Pada tikus jantan, untuk menyerangnya. Tetapi yang menarik adalah, sirkuit yang diaktifkan bisa terbalik. Pada ibu yang stres, sirkuit yang aktif adalah yang menyerang si anak; ia bahkan sangat mungkin akan membunuh si anak. Begitu pula pada ayah, sirkuit untuk merawat justru bisa diaktifkan. Apalagi ketika melihat si anak diabaikan. Seolah-olah ada sesuatu yang menggerakkan di otaknya untuk segera mengurus si anak.
ADVERTISEMENT
Peneliti kelahiran Prancis ini juga menekankan bahwa temuannya ini masih terbatas pada tikus. Tapi ia yakin bahwa hasil serupa akan ditemukan pada hewan-hewan lain.
Jadi kesimpulannya? Bukan insting ibu atau insting ayah, tapi dua-duanya. Tidak hanya ibu yang bisa mengasuh anak, tetapi juga ayah. Dan tidak ada yang lebih baik dalam hal pengasuhan, karena meski insting ini sudah ada dari sananya (biologis), yang akan mengaktifkan dan menjaga keberfungsian si insting ini adalah lingkungan (sosial).
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tim Editor
drop-down
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white