kumparan
17 Agustus 2018 9:44

Selamat Ulang Tahun, Indonesia! Terima Kasih untuk Hadiahnya

Loh kok bisa yang Ulang Tahun malah yang ngasih hadiahnya? Baiklah, kisah ini akan diawali dengan penggambaran diri saya di awal tahun 2018 hingga 3 bulan yang lalu: Burn out karena pekerjaan, pesimis, manusia yang nggak pernah ngambil cuti selama 3-4 tahun terakhir, hidup seperti robot, bodo amat kalau udah ngomong soal kebangsaan. Ya kira-kira beginilah hidupnya. Akhir pekan nongkrong jajan buang uang dan belanja baju padahal lemari udah penuh sesak. Nggak ada makna ngobrol main TikTok dan ngejulidin orang (ya sekarang masih sih hahaha...). Intinya sebuah unfaedah life yang tidak ada untung-untungnya.
Tapi yang akan saya ceritakan di bawah ini adalah saya selama 3 bulan terakhir, setelah ditampar keras sama tempaan hidup dan ketemu si cakep yang namanya Indonesia. 3 bulan paling berharga yang membuat saya berjanji akan menjelajahi 34 provinsi di Indonesia sebelum saya berusia 35 tahun. 3 bulan paling berharga yang membuat saya si weekender anak mall menjadi bolang si petualang sampai kulit menghitam. Terdengar telat sih, tetapi lebih baik telat daripada tidak sama sekali. Jadi hadiah apa sih yang Indonesia berikan ke saya bahkan jauh sebelum dia berulangtahun? 1. Pagi yang cantik di Nusa Dua, Bali. Walaupun ini sebetulnya lagi dalam rangka kerja a.k.a menghadiri conference, tapi selalu ada waktu untuk bangun lebih pagi dari yang lain dan eksplor sekitar.
ADVERTISEMENT
2. Sore yang cantik di tempat sejuta umat di Tegalalang, Bali. Bodo amat ini udah dikunjungi banyak banget orang, keindahannya sama sekali nggak berkurang.
3. Pura Lempuyang yang walaupun naik ke atasnya bikin ngos-ngosan (tuh kan udah lama nggak olahraga), walaupun Gunung Agung tertutup awan karena pagi itu cukup berawan, tapi ini hadiah berharga untuk seseorang yang udah 32 tahun tinggal di Indonesia tapi selama ini cuma bisa lihat tempat ini di internet.
4. Bali Timur yang jauh dari hiruk-pikuk manusia, membuat Virgin Beach ini adalah hadiah terindah untuk saya yang biasanya tahu pantai terdekat ya Ancol (idih, padahal di Jawa Barat banyak pantai bagus juga, tuh ketahuan kan kurang eksplor).
ADVERTISEMENT
5. Pantai Pulisan, Likupang Utara ,Manado yang merupakan surga di tanah kelahiran sendiri yang dari dulu wacananya mau datang tapi terlalu mager. Akhirnya ketika diniatkan tidak ada kata penyesalan sama sekali meskipun jarak yang ditempuh sekitar 2 jam dari Suwaan, Airmadidi (bukan pusat kota Manado).
6. Melihat orang bermain paralayang di bukit cantik Tetempangan, Manado. Meskipun sunset waktu itu tidak terlalu drama, tapi bukit ini tidak bisa menyembunyikan keindahannya yang sederhana. Yang namanya kata lelah sesaat hilang setelah menjelajahi bukit ini sampai bagian terujung yang sudah nggak ada manusia lagi yang mau ke sana.
7. Bermain-main di Watu Kodok, Gunung Kidul, Yogyakarta yang ramai saat akhir pekan tapi happy banget melihat keluarga-keluarga berlibur menikmati alam yang memberikan semuanya secara cuma-cuma. Di tahap ini, saya ngiri sangat dengan orang Jogja, nggak tahu kenapa alasannya. Mungkin mereka memiliki apa yang nggak bisa saya dapat di Jakarta sebagai anak rantau. Pantai selatan yang bagus, tidak berjarak terlalu jauh dari pusat kota Yogyakarta, kapanpun bisa ke sana.
ADVERTISEMENT
8. Mengunjungi Maldives-nya Lampung di Pulau Pahawang bersama 2 orang teman. Baru kali ini merasakan island hoping yang menggembirakan karena suasananya sangat tenang, naik kapal cuma bertiga berasa pemilik lautan. Puas makan ikan, duduk di pantai hingga pagi sambil menunggu senja yang keunguan.
9. Jumat malam sepulang kerja langsung cabut ke bandara, tinggal di hostel horor di dekat Sanur demi nyebrang pagi ke Nusa Penida dan melihat another pretty side of Bali seperti Angel's Billabong ini.
10. Achievement unlocekd di Pantai Kelingking yang perjalanan ke bawahnya penuh dengan perjuangan dan setelahnya tidak bisa jalan dengan benar selama 3 hari karena badan nyaris patah semua. Tapi semuanya sepadan. Ini pantai dengan pasir paling empuk yang pernah saya kunjungi. Pantai berombaknya benar-benar sebening crystal dan masih sangat perawan. Mungkin karena aksesnya jalan ke pantai ini masih sangat sulit untuk orang-orang yang agak malas menggerakan badan.
ADVERTISEMENT
11. Senja ungu di Pulau Pahawang yang meskipun penuh dengan manusia tapi melihat tawa anak-anak kecil asyik bermain bola sudah cukup membuat saya bahagia. Percaya deh, hal yang bikin bahagia itu nggak perlu rumit, nggak butuh banyak materi dan keadaan di bawah ini adalah buktinya.
12. Karpet cantik berbentuk sawah di Sembalun, Lombok. Di Lombok ini lah saya jatuh cinta dan tidak ingin kembali lagi ke realita. Semua yang pernah jatuh cinta pasti tahu rasanya itu indah banget, nggak mau beranjak, nggak mau lupa, maunya dekat terus dan itu yang saya rasakan dengan Lombok. Saya ada di tempat ini 1 hari sebelum gempa 6,4 SR itu mengguncang di Minggu pagi 29 Juli 2018 pukul 06:50 WITA. Lombok membuka mata saya tentang Indonesia yang nggak pernah saya temukan sebelumnya.
ADVERTISEMENT
13. Batu Payung tercinta yang tetap saya jelajahi meskipun paginya sempat mengalami untuk pertama kalinya gempa 6,4 SR. Saya nggak tahu persis, tapi mungkin kejadian gempa itu yang membuat saya sadar bahwa saya ini kecil tidak ada apa-apanya, itu yang mungkin membuat saya cinta sama Lombok karena ada satu pengalaman yang bisa dibilang tidak membahagiakan tapi menyadarkan. Gempa Lombok memberi dampak yang besar ke dalam hari-hari saya hingga saat ini.
14. Situbondo yang surreal. Sebuah hamparan savana kering tapi cantik. Tidak semua yang tidak hijau itu tidak bagus. Justru di balik keringnya Baluran National Park, saya menemukan diri saya tidak lagi ada di bumi, sebuah keajaiban yang mungkin untuk beberapa orang terdengar lebay. Tapi tidak untuk saya.
ADVERTISEMENT
15. Speechless. Itu saja tanggapan saya untuk hutan pohon di Jawatan, Benculuk, Banyuwangi. Ini seriusan saya sedang tidak berada di Middle-Earth dalam film Lord of The Rings kan?
Semua foto ini hanya sebagian kecil yang dapat saya bagikan, karena percaya deh, membahas Indonesia itu nggak akan pernah habis. Kado lainnya dari Indonesia untuk saya bisa kamu lihat di akun Instagram saya di sini. Banyak tempat tersembunyi yang jauh dari radar kita yang masih akan membuat kita berdecak kagum dan makin sayang sama Indonesia. Kalau dibilang hidup saya berubah sebetulnya tidak langsung berubah 180 derajat, tapi ada hal-hal kecil yang mempengaruhi pandangan saya terhadap hidup dan sesama. Indonesia punya banyak cara untuk membuat kamu berubah jatuh cinta mati-matian sama dia, kamu hanya tinggal menemukan caranya. Jangan lupa sayangi alamnya sama seperti kamu sayang sama orang yang membuat kamu jatuh cinta, jangan biarkan dia menangis. Saya merasa punya tanggung jawab lebih setelah banyak sekali hadiah dari Indonesia yang saya terima. Jadi, kalau kamu masih baca ini di depan laptop atau smartphone, ayo, angkat pantat, rencanakan ke mana selanjutnya kamu akan menjemput hadiah dari Indonesia itu.
ADVERTISEMENT
ps: semua eksplorasi ini ditempuh tanpa ambil cuti loh, intinya kalau diniatin untuk keluar dari kenyamanan diri sendiri pasti bisa:)
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan