Pencarian populer
USER STORY
22 Mei 2019 1:00 WIB
1
2

Memulai Bisnis Tanpa Risiko dengan Modal Jari Bersama Aplikasi Mediv

Dunia bisnis sesungguhnya tak asing buat saya sejak dari bocah. Saya terbiasa menjalankan usaha kecil-kecilan untuk membeli barang-barang yang saya inginkan atau membiayai jalan-jalan. Hampir semua koleksi buku, komik, dan acara main ke mal saya biayai sendiri. Orang tua saya selalu menekankan pada kami anak-anaknya untuk berjuang sendiri untuk menggapai apa yang kami inginkan. Sehingga kami terbiasa mandiri. Untuk memuaskan hasrat baca saya yang tinggi, koleksi buku yang terkumpul saya sewakan untuk kemudian hasilnya dibelikan buku lagi. Masih terbayang dalam kepala saya, saat membuat poster-poster gambar sendiri untuk mempromosikan taman bacaan, kemudian menyebarkannya ke daerah sekitar rumah.

Memulai Bisnis Tanpa Risiko dengan Modal Jari Bersama Aplikasi Mediv

Ketika saya ingin ikut bimbingan belajar waktu SMA untuk persiapan ujian masuk perguruan tinggi, saya mengumpulkan uang dengan menjual makanan ringan buatan sendiri sampai paket bunga valentine. Sampai kuliah pun saya membiayainya sendiri, orang tua membantu uang masuknya saja. Hal itu menempa saya untuk tidak bergantung dan berani memulai usaha meskipun sering kali gagal.

Setelah dewasa, bisnis yang saya tekuni lebih ke menjual jasa. Hal itu memang membuat jangkauan kerjanya terbatas, karena hanya mengandalkan tenaga sendiri. Ketika saya sakit atau kelelahan, otomatis usahanya berhenti. Makanya ketika salah satu pembicara acara Roadshow Bandung “Bisnis Modal Jari” yang diadakan Kimia Farma dan Kumparan menyatakan hal senada, saya mengamininya. Dulu saya berpikir ketika akan membuka bisnis menjual produk, harus punya modal besar, sesuatu yang tidak saya miliki.

Acara Roadshow Bandung "Bisnis Modal Jari"

Talkshow Bisnis Modal Jari - Roadshow Bandung

Judul acaranya sudah mencuri perhatian sekali. Seperti apa memangnya bisnis hanya bermodalkan jari itu? Maka pada tanggal 18 Mei 2019 di acara yang diadakan di Harris Hotel & Convention, Ciumbuleuit, Bandung, kemarin saya duduk manis menyimak ketiga pembicaranya. Acara tersebut menghadirkan tiga pembicara berkompeten di bidang usaha yaitu Bapak Honesti Basyir (CEO PT. Kimia Farma (persero) Tbk), Yasa Singgih (founder Men’s Republic), dan Stefanie Kurniadi (founder CRP Group).

Pembicara pertama, Yasa Singgih yang merupakan pengusaha sukses berusia sangat muda yaitu 24 tahun bercerita awal mulanya dia berkecimpung dalam dunia bisnis. Tamparan keadaan memang ampuh membuat seseorang bergerak memulai usaha. Waktu itu orang tua Yasa sakit. Maka dia tidak lagi bisa menggantungkan finansial pada orang tuanya. Tahun 2012 dia mengambil keputusan membuka usaha menjual produk-produk fashion pria dari Tanah Abang. Hal itu dilakoninya sendiri. Produk-produk itu kemudian dia dijual secara online di Kaskus. Dia tidak malu dengan usaha kecilnya berkat pegangan prinsipnya ‘Start small and think big’. Jika kita membayangkan industri online shop sekarang, mungkin kita akan merasa apa yang dilakukan Yasa biasa saja. Tapi kenyataannya waktu itu menjual produk secara online belum semarak dan semaju sekarang. Setelah usahanya mengalami kemajuan, Yasa pun membuat brand sendiri: Men’s Republic. Usahanya berekspansi ke produk lain, yaitu sepatu, dengan membuka kerja sama dengan produsen sepatu Cibaduyut, Bandung.

Yasa Singgih sedang menceritakan perjalanan bisnisnya

Gayung bersambut, kemajuan teknologi yang pesat membantu usaha Yasa. Instagram yang mulai booming menjadi media yang dipilih Yasa. Dia lalu meminta beberapa artis untuk meng-endorse produknya agar dikenal lebih luas. Kini produk Yasa sudah merambah ke beberapa negara. Yasa menutup sesinya dengan mengatakan bahwa perkembangan era digital saat ini sangat mendukung dunia bisnis.

Pembicara kedua, Stefanie Kurniadi yang merupakan founder CRP Group (Warunk Upnormal, Bakso Boedjangan, Sambal Khas Karmila, dan Nasi Goreng Mafia) menceritakan bahwa krisis moneter 1998 yang berimbas pada keadaan perekonomian keluargalah yang menjadi motivasinya berbisnis. Sejak remaja dia sudah terbiasa mengambil peluang bisnis apa pun yang datang. Uang pertama didapatkannya saat membuatkan undangan untuk salah satu temannya yang berulang tahun ketujuh belas.

Jalan terjal dialaminya di bidang bisnis. Bisnis jasa yang ditekuninya menghabiskan banyak sekali waktu, sedangkan waktu manusia tidak lebih dari 24 jam sehari. Mendengar penuturan ini mengingatkan saya pada pengalaman sendiri. Suatu hari Stefanie membaca sebuah buku yang menyarankan untuk berbisnis produk karena tidak bergantung pada waktu pengusahanya. Seperti usaha Nasi Goreng Mafianya yang telah buka di banyak tempat, usaha tetap berjalan meskipun Stefanie sedang tidur. Maka mulailah dia merambah bisnis kuliner, mulai dari berjualan cendol, sampai membuka warteg. Beberapa kali bisnisnya gulung tikar, hingga akhirnya sukses ketika membuka Nasi Goreng Mafia.

Stefanie memberi tips bagi para peserta yang ingin memulai bisnis

Dalam berbisnis Stefanie menekankan pada kualitas produk, pengemasan, dan marketing. Menurutnya berbisnis di era internet ini membuka peluang sangat besar untuk meraih pembeli. Salah satu strategi marketing yang dipakainya adalah memanfaatkan hal-hal viral di media sosial. Misalnya ada satu video viral, timnya akan bergerak cepat membuat video parodinya untuk mempromosikan produk. Video itu lalu dipublikasikan melalui Youtube yang saat ini menjadi media sosial dengan peringkat tertinggi. Jangan hanya berkontribusi memviralkan, tapi memanfaatkan keviralannya, kira-kira begitu pesannya. Sebelum menutup sesinya Stefanie mengatakan di era internet ini kita bisa memulai bisnis dengan modal jari, sehingga tak ada lagi alasan untuk tidak memulai.

Memulai Bisnis Tanpa Risiko dengan Modal Jari Bersama Aplikasi Mediv

Bapak Honesti Basyir pada sesi ketiga memaparkan mengenai Aplikasi Mediv. Aplikasi ini dikembangkan oleh perusahaan Kimia Farma yang sudah berusia 202 tahun. Luar biasa, ya! Rahasia kelanggengan perusahaan ini adalah karena selalu mengembangkan strategi marketing sesuai zaman. Melihat perkembangan era digital, Kimia Farma jeli melihat pasar, maka dibuatlah platform Mediv dengan tujuan membuka lapangan kerja yang luas, menumbuhkan pebisnis-pebisnis baru yang bergabung sebagai mitra sebagai reseller. Aplikasi Mediv melibas keterbatasan jumlah outlet, sehingga memudahkan masyarakat mendapatkan alat kesehatan dan kecantikan seperti alat bantu jalan, alat olahraga, supplement, beauty face, face mask, hingga beauty skin.

Para pembicara mendapat apresiasi dari Kimia Farma

Mediv merupakan aplikasi pionir dalam industri kesehatan, belum ada aplikasi sejenisnya sebelumnya. Saat ini aplikasi Mediv memang baru tersedia untuk android, tapi akan segera berkembang untuk teknologi lain. Menjadi mitra Mediv ini bisa dibilang kita berbisnis hanya bermodal jari, lho. Hampir tanpa risiko, soalnya bebas biaya penyimpanan, karena kita tidak mesti menyediakan gudang untuk menampung produk. Kita juga mendapat edukasi bisnis, ini penting banget, karena seringkali kita gagal berbisnis karena belum memiliki ilmunya. Mitra Mediv pun bebas biaya penyusutan, dan terutama didukung perusahaan farmasi terpercaya: Kimia Farma.

Para peserta serius menyimak pemaparan para pembicara

Untuk pembeli sendiri, aplikasi Mediv ini punya kelebihan. Salah satunya pembeli dapat merasakan pengalaman belanja seperti di dunia nyata dengan teknologi Augmented Reality. Mediv sendiri menyediakan tiga platform yaitu Mediv Screen, Mediv App, dan Mediv AR.

Apa sih Mediv screen itu? Mediv screen adalah layar interaktif untuk end customer berbelanja langsung melalui layar yang ditempatkan di Apotek Kimia Farma. Lalu Mediv AR merupakan plugin tambahan yang berfungsi sebagai katalog 3D.

Cara Menjadi Mitra Mediv

Mungkin sekarang kamu bertanya-tanya bagaimana sih caranya bisa menjadi mitra Mediv? Gampang, kok! Caranya, unduh aplikasi Mediv di Play Store. Daftarkan dirimu di sana. Lalu kamu bisa mulai menjual produk-produk yang tersedia di katalog dengan mendapatkan margin 10% dari harga jual. Menariknya lagi ada sistem point rewards Top spender dan mendapat voucher KFstore sebesar Rp25.000. Masih bingung dan penasaran? Buka saja situsnya di mediv.co.id atau kepoin akun IG-nya di @mediv.id

Tampilan aplikasi Mediv

Mau mulai bisnis tapi bingung bagaimana langkah awalnya? Atau merasa belum punya modal? Tampaknya bergabung dengan Mediv bisa jadi solusi. Cukup gerakan jarimu untuk memulai.

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57