3 Pelaku Teror Pocong di Solo Ditangkap Polisi, Sampaikan Permintaan Maaf

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tiga remaja ditangkap Polresta Surakarta karena memakai kostum pocong yang terekam CCTV rumah warga dan viral di medsos. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tiga remaja ditangkap Polresta Surakarta karena memakai kostum pocong yang terekam CCTV rumah warga dan viral di medsos. Foto: kumparan

Polresta Surakarta mengamankan tiga remaja pelaku teror pocong yang terekam CCTV rumah warga dan viral di medsos. Ketiga pelaku berinisial DRA, SM, dan SR.

Kasatreskrim Polresta Surakarta, AKP Derry Eko Setiawan, mengatakan ketiga pelaku teror pocong telah diamankan. Dari hasil penyelidikan tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

“Tiga orang yang terlibat dalam video itu telah diamankan dan dimintai klarifikasi oleh Satreskrim Polresta Surakarta. Lokasi kejadian di kawasan SD Negeri 80 Ngoresan, Jalan Kartika, Kecamatan Jebres, Kota Solo pada Jumat pekan lalu pukul 01.15 WIB,” ujar Derry dalam konferensi pers di Mapolresta Surakarta, Selasa (9/6).

Dia mengatakan hasil pengakuan pelaku kejadian saat adanya kegiatan pendadaran perguruan pencak silat di TPU setempat. DRA sebagai pemeran pocong jadi-jadian iseng diboncengkan dua pelaku lain naik motor di jalan kampung dan terekam CCTV hingga viral.

“Klarifikasi pelaku tujuan kegiatan tersebut sama sekali bukan untuk meneror ataupun meresahkan masyarakat. Mereka juga tidak memiliki maksud membuat konten terkait teror pocong,” kata dia.

Polresta Surakarta menangkap tiga remaja yang memakai kostum pocong yang terekam CCTV rumah warga dan viral di medsos. Foto: kumparan

Meski demikian, kata dia, tindakan mereka dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat sehingga tetap diberikan pembinaan.

“Kami meminta ketiganya membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa. Selain itu, DRA, SM, dan SR juga dikenai sanksi wajib lapor sebagai bentuk pembinaan dan pengawasan,” tegasnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

“Warga juga diminta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila menemukan kejadian yang berpotensi menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar,” katanya.

Sementara itu, pelaku DRA mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas perbuatannya tersebut pada warga Solo.

“Kami yang berada di dalam video viral tersebut meminta maaf sebesar-besarnya pada masyarakat Surakarta telah berbuat gaduh di medsos. Dan kami berjanji tidak mengulanginya lagi,” kata DRA.

Sebelumnya viral video teror pocong berdurasi 30 menit gegerkan warga Solo. Pada video tersebut ketiga orang tampak berboncengan dua orang dan bagian bonceng bagian belakang, memakai kostum pocong jalan di jalan kampung terekam CCTV rumah warga.