Pilu Ortu Korban Daycare Yogya: Anak Kini PTSD, Rutin Jalani Terapi
·waktu baca 3 menit

Orang tua korban Daycare Little Aresha Yogyakarta, Usi, mengungkap kedua anaknya didiagnosis PTSD dan kini tengah menjalani terapi psikologis pascakekerasan yang terjadi di daycare tersebut.
Hal itu disampaikannya melalui video conference saat rapat Komisi VIII DPR dengan KemenPPPA di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/6).
“Dua anak saya berada di Little Aresha mulai dari usia 3 bulan sampai 4 tahun. Kemudian, yang satu dari 4 setengah bulan sampai usia 3 tahun. Detik kemarin penggerebekan, masih di Little Aresha,” ujar Usi.
Ia menyebut, kondisi psikologis anaknya berubah signifikan semenjak kejadian tersebut.
“Banyak sekali perubahan yang terjadi di anak saya, bahkan kemarin waktu di psikiater itu diagnosisnya dua-duanya itu adalah PTSD atau post-trauma sindrom itu,” tutur Usi.
“Jadi, memang mereka berdua membutuhkan terapi yang berkelanjutan. Jadi, ini sampai sekarang dua minggu setiap minggu itu mereka menjalankan terapi,” lanjutnya.
Usi juga membeberkan sejumlah perubahan perilaku yang muncul pada anaknya setelah dititipkan di daycare.
“Kemudian, perubahan-perubahan yang terjadi sekarang di Little Aresha itu seperti anak saya itu suka menali, kemudian suka lepas pampers, dan tidur hanya di lantai. Kemudian, juga suka menjambak, mencubit, dan lain-lain kekerasan yang sering dilakukan oleh anak saya di rumah,” ungkapnya.
Ia mengaku sempat mencurigai kondisi tersebut, namun sempat percaya dengan penjelasan yang disampaikan pemilik daycare.
“Memang saya beberapa kali mengalami kecurigaan, namun saya menanyakan kembali kepada Miss Diah waktu itu selaku owner, namun beliau itu menjawab semuanya dengan rasional,” ungkapnya.
“Jadi, saya lebih mempercayai waktu itu kepada Miss-nya daripada anak saya karena masih anak usia segitu, jadi saya masih bingung ini benar atau tidaknya,” sambungnya.
Usi juga menjelaskan anaknya mulai dititipkan sejak masa pandemi setelah melakukan survei langsung ke lokasi daycare.
“Kemudian, kalau untuk awal dititipkan di Little Aresha, waktu itu saya menitipkan itu melalui survei dahulu di tahun 2021,” ucapnya.
Menurutnya, saat awal survei, fasilitas dan layanan daycare terlihat baik dan sesuai harapan.
“Nah, itu saya melakukan survei di Little Aresha dan boleh masuk saat itu di Little Aresha. Pas waktu survei, semua program dan semua tempat, layanan di Little Aresha dijelaskan dan dijabarkan dan semuanya baik-baik saja dan memenuhi syarat karena waktu itu COVID memang agak susah untuk mencari daycare,” kata Usi.
Namun, seiring waktu, ia menilai kondisi sebenarnya tidak sesuai dengan apa yang sebelumnya ditampilkan saat survei.
“Namun, seiring berjalannya waktu sampai detik ini, ternyata anak saya dan semua anak yang di Little Aresha tidak berada di tempat yang sesuai dengan bayangan saya saat survei saat itu,” pungkas dia.
