Inovatif! Mahasiswi Undip Sulap Limbah Kulit Jeruk Menjadi Spray Anti Nyamuk

Mahasiswi S1 Biologi, Universitas Diponegoro
Konten dari Pengguna
18 Agustus 2022 12:48
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Fadhila Syafa Nur Haniffah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Cepoko, Semarang (14/08/2022), Pada minggu terakhir pelaksanaan KKN, mahasiswi Undip melakukan penyuluhan terkait penyakit demam berdarah. Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan masalah kesehatan masyarakat walaupun sudah dikendalikan lebih dari 20 tahun dengan berbagai upaya. Peran serta masyarakat sangat besar dalam upaya pengendalian sehingga pemberdayaan masyarakat penting dilakukan untuk mengurangi kejadian penyakit DBD. Demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Jenis nyamuk penyebab demam berdarah adalah Aedes aegypti dan Aedes albopictus.
Fadhila Syafa Nur Haniffah sedang memaparkan DBD melalui leaflet. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Fadhila Syafa Nur Haniffah sedang memaparkan DBD melalui leaflet. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Berdasarkan survei yang telah dilakukan, diketahui bahwa pada RW 1 Kelurahan Cepoko terdapat beberapa kasus demam berdarah. Pada bulan Juli 2022 terdapat dua kasus yang terjangkit DBD Sedangkan pada bulan Agustus ini terdapat tiga kasus DBD. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dari itu mahasiswi KKN Tim II Undip melakukan program kerja yaitu penyuluhan demam berdarah dengan membagikan leaflet di setiap rumah warga, menempelkan poster di tempat umum dan membagikan spray anti nyamuk buatan untuk mencegah gigitan nyamuk.
ADVERTISEMENT
Penyakit demam berdarah ini dapat ditandai dengan gejala yang berupa demam tinggi, sakit kepala, nyeri sendi, otot, mual dan muntah. Adapun demam berdarah ini dapat dicegah dengan melakukan 3M plus yaitu menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, dan lain-lain. Kemudian, menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain-lain. Lalu memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang mempunyai potensi untuk dijadikan tempat perkembangbiakan nyamuk, sedangkan plus-nya adalah mencegah gigitan dan perkembangan nyamuk. Mencegah gigitan nyamuk bisa dilakukan dengan cara menyemprotkan spray anti nyamuk. Spray anti nyamuk ini dibuat dengan bahan yang mudah ditemukan yaitu dari kulit jeruk dan batang serai. Cara pembuatannya pun cukup mudah yaitu dengan menyiapkan alat serta bahan-bahan seperti timbangan, gelas ukur, saringan teh, blender, botol spray, 100gr kulit jeruk, 50gr batang serai, dan air. Kemudian bahan-bahan tersebut dicampurkan menjadi satu lalu di blender. Setelah semua bahan tercampur rata, kemudian disaring untuk diambil ekstraknya. Setelah itu ekstrak dimasukkan ke dalam botol spray. Spray anti nyamuk sudah jadi dan dapat digunakan.
Pembagian spray anti nyamuk. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Pembagian spray anti nyamuk. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan pada Minggu, 14 Agustus 2022 secara mendatangi beberapa rumah warga yang berada dilingkup RW 1 Kelurahan Cepoko, Kecamatan Gunungpati. Dalam penyuluhan ini, Fadhila menjelaskan sedikit informasi mengenai apa itu DBD, gejala DBD, bagaimana cara pencegahannya serta membagikan spray anti nyamuk. Tidak lupa, Fadhila menjelaskan bagaimana mudahnya pembuatan spray anti nyamuk yang berbahan dasar kulit jeruk dan serai ini sehingga spray anti nyamuk dapat dibuat warga secara mandiri.
ADVERTISEMENT
Penyuluhan di pagi hari itu ditutup dengan berfoto kemudian berpamitan. Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020