Opini & Cerita
·
23 Agustus 2019 20:21

Tips dan Kiat Beribadah Umrah dengan Aman

Konten ini diproduksi oleh fadhly ahmad
Tips dan Kiat Beribadah Umrah dengan Aman (43197)
Suasana bangunan kakbah di Masjidil Haram dari atas Foto: AP Photo/Dar Yasin
Sudah pasti, ketika melaksanakan suatu ibadah, setiap muslim sangat berharap ibadahnya dapat diterima (maqbul) dan tercatat sebagai ‘amal kebaikan’. Untuk itu, selain memerlukan pengetahuan yang cukup, hal lain yang perlu diperhatikan adalah cermat menggunakan sarana (wasilah), sehingga seluruh rangkaian ibadah dapat dipastikan berlangsung lancar, nyaman, dan sesuai tata cara yang disyariatkan.
ADVERTISEMENT
Tak terkecuali dalam melaksanakan ibadah umrah, salah satu ibadah mahdhah (transenden) yang memiliki daya tarik luar biasa bagi masyarakat muslim di Indonesia. Fenomena ini tidak bisa dihindari, apalagi untuk berkunjung ke baitullah (kakbah) melalui pelaksanaan ibadah haji memerlukan waktu tunggu yang sangat panjang, bahkan di beberapa daerah harus antrean hingga puluhan tahun.
Di samping itu, menyusul semakin meningkatnya tingkat kesejahteraan masyarakat serta berbagai kemudahan dalam mengakses transportasi, maka umrah/wisata rohani menjadi salah satu bisnis yang potensial. Tak heran, banyak pelaku usaha perjalanan wisata berlomba-lomba menggarap peluang ini dengan menawarkan berbagai paket umrah menarik.
Tips dan Kiat Beribadah Umrah dengan Aman (43198)
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (ketiga kiri) melaksanakan ibadah umrah di Masjidil Haram, Kamis (1/7). Foto: Bahauddin/Media Center Haji
Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Agama, setiap tahun, terdapat sekitar 950 ribu hingga 1 juta jemaah umrah yang berangkat ke Arab Saudi. Sayangnya, banyak juga cerita negatif yang kerap muncul dari jemaah umrah, baik karena tidak mendapat layanan yang bagus maupun yang urung berangkat karena ditipu oleh penyelenggara umrah.
ADVERTISEMENT
Belum lekang dari ingatan, kasus First Travel dan Abu Tours, yang secara kasat mata terkesan sebagai sebuah perusahaan profesional sehat dan amanah, tapi ternyata berhasil mengelabui ribuan jemaah. Dengan skema Ponzi, First Travel dan Abu Tours menggunakan modus promo harga murah untuk menjaring sebanyak mungkin calon jemaah umrah, kemudian memberangkatkannya dengan metode 'gali lubang tutup lubang'.
Sangat menyedihkan! Antusiasme kaum muslim yang ingin berangkat ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah umrah ternoda dengan perilaku-perilaku tidak bertanggung jawab dari perusahaan penyelenggara umrah yang nakal. Namun demikian, magnet kuat dua kota suci umat Islam, Makkah dan Madinah, tetap tidak akan mengurangi semangat umat Islam di Indonesia untuk menunaikan ibadah umrah.
Tips dan Kiat Beribadah Umrah dengan Aman (43199)
Suasana kantor Abu Tours di Surabaya. Foto: Phaksy Sukowati/kumparan
Untuk itu, setiap calon jemaah umrah yang akan berangkat harus mampu membentengi diri dari tindak penipuan, sebab perlindungan harus berawal dari diri sendiri. Tidak mudah terpengaruh dengan harga dan paket-paket murah, perlu memahami beberapa tips aman beribadah umrah.
ADVERTISEMENT
Jangan sampai sudah bayar tapi enggak jadi berangkat. Tiket kepulangan ke Tanah Air malah invalid atau hotel tempat tinggal ternyata belum fixed dan jauh dari iming-iming yang ditawarkan.
Tak terkecuali bagi kaum milenial, banyak tawaran paket umrah plus menarik, seperti kombinasi perjalanan umrah sekaligus transit di negara-negara yang dianggap memiliki situs sejarah Islam, seperti Turki, Yordania dan Mesir. Atau, memadukan umrah dengan wisata belanja, seperti Dubai atau Doha. Terkait hal ini, Kementerian Agama telah menetapkan standar ongkos minimal untuk melakukan perjalanan ibadah umrah saja dengan besaran biaya di kisaran Rp 20 juta.
Tips dan Kiat Beribadah Umrah dengan Aman (43200)
Saya, istri, dan kedua buah hati di Tanah Suci. Foto: Dokumen pribadi
Berikut tips aman bagi para calon jemaah umrah atau peziarah yang dapat dijadikan acuan, yaitu:
  1. Pastikan kredibilitas biro perjalanan (travel) umrah. Dalam kaitan ini, anda dapat melakukan konsultasi dengan biro perjalanan umrah yang anda percaya atau melalui situs resmi Kementerian Agama.
ADVERTISEMENT
  1. Pastikan validitas tiket keberangkatan dan kepulangan anda dengan mengecek langsung ke situs resmi maskapai penerbangan. Hampir semua penerbangan dapat diakses melalui situs resmi masing-masing maskapai. Jadi check and recheck tiket anda sebelum melakukan perjalanan dan bahkan dapat melakukan check in secara online.
  1. Pastikan akomodasi di Makkah dan Madinah dengan meminta nama hotel yang akan ditempati selama di dua kota suci tersebut. Lakukan pencarian di internet atau pengecekan melalui telepon. Hati-hati jika nama hotel tidak ada dalam list mesin pencarian.
  1. Pastikan memahami hukum dan budaya Arab Saudi yang berbeda dengan hukum dan budaya yang berlaku di Indonesia. Contoh yang sering ditemukan adalah berduaan dengan bukan muhrim (pacaran), bersalaman dengan lawan jenis, dan memotret tanpa izin apalagi memotret kantor-kantor pemerintahan, rumah tinggal pribadi, dan situs-situs penting yang secara resmi terdapat larangan tertulis dari Pemerintah Arab Saudi.
ADVERTISEMENT
  1. Pastikan memiliki asuransi perjalanan dan kesehatan. Ini mengingat umrah dan ziarah adalah ibadah fisik sehingga akan menguras tenaga dan saking terpacu ibadah sering lupa akan kondisi badan. Sakit dan kecelakaan yang tak terduga sering dialami jemaah umrah, terutama mereka yang masuk kelompok rentan (lanjut usia dan yang punya riwayat penyakit kronis). Asuransi adalah solusi mengurangi resiko pengeluaran yang besar saat sakit atau kecelakaan.
  1. Pastikan membaca atau praktik manasik (tata cara) ibadah umrah. Hal ini sangat membantu kelancaran beribadah apalagi saat rombongan banyak dan mutowwif (pemandu) berada pada jarak jauh dari posisi anda. Tips lainnya adalah membawa buku saku manasik umrah.
Pastikan anda mengunduh aplikasi Safe Travel. Aplikasi yang digagas oleh Kemenlu ini dapat diunduh gratis, baik android maupun IOS. Safe Travel memberikan informasi yang komplit mengenai negara tujuan, nomor kontak, hingga SOS button yang dapat ditekan saat anda dalam kondisi darurat atau kritis.
Tips dan Kiat Beribadah Umrah dengan Aman (43201)
Kedua buah hati saya berpose di depan Kakbah. Foto: Dokumen pribadi
ADVERTISEMENT