Konten dari Pengguna

Digitalisasi Pementasan Drama di Indonesia

Fadia Azzahra

Fadia Azzahra

iseng-iseng

·waktu baca 5 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fadia Azzahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sumber foto: https://pixabay.com/images/search/drama/
zoom-in-whitePerbesar
sumber foto: https://pixabay.com/images/search/drama/

Sudah tahun ke berapa ya, negara Indonesia mengalami dampak pandemi COVID-19? Negara kita, Indonesia telah memasuki tahun kedua masa pandemi COVID-19. Hampir dua tahun pula, kita dipaksa untuk beradaptasi dengan gaya hidup baru yang membatasi segala aktivitas sosial kita. Salah satu aktivitas yang tidak dapat kita nikmati lagi selama masa pandemi ini adalah menikmati pertunjukan drama secara langsung. Corona membuat kita terpaksa untuk meredam keinginan melihat pementasan drama secara langsung, seperti yang biasa kita lakukan. Padamnya pementasan drama di Indonesia akibat korona, tak hanya menurunkan kuantitas jumlah adanya pementasan drama, tetapi juga redupnya latihan akting bagi para aktor pemula yang ada di sejumlah sekolah dan universitas. Hal ini termasuk suatu kemunduran dalam bidang kesusastraan, khususnya dalam bidang drama. Jika terlalu larut dengan mandeknya kegiatan drama di berbagai tempat, bukan tidak mungkin bahwa bidang drama di Indonesia akan terus mengalami kemunduran hingga berakibat buruknya kualitas pementasan drama Indonesia.

Meskipun sempat redup, untungnya eksistensi pementasan drama di Indonesia kini telah menunjukkan suatu aktivitas yang membawa sebuah kemajuan baru bagi bidang drama di Indonesia. Insan drama kini telah melakukan inovasi dengan membuat suatu pertunjukan drama melalui pemanfaatan teknologi digital. Pernahkah dari kalian menonton drama secara virtual? Kini, meskipun kita tidak dapat menikmati pementasan drama secara langsung, berkat inovasi yang ada kita dapat menikmati pementasan drama melalui pemanfaatan teknologi digital dengan menggunakan berbagai aplikasi pendukung, seperti Youtube. Berkat inovasi ini, redupnya dunia pementasan drama di Indonesia dapat sedikit kembali bersinar dengan maraknya video pementasan drama yang diunggah oleh berbagai akun di Youtube.

Pementasan drama melalui teknologi digital bisa kita lakukan dengan cara memanfaatkan berbagai fitur dan layanan digital, misalnya menggunakan aplikasi tayangan video seperti Youtube, Zoom, hingga aplikasi berbayar. Pementasan drama ini ditayangkan di berbagai aplikasi tersebut dalam bentuk video. Pertunjukan tersebut kita bisa saksikan melalui siaran langsung atau konten tayangan yang dapat diputar berulang kali.

Proses pembuatan video pementasan drama itu, dilakukan dengan cara melakukan perekaman pementasan yang dilakukan di dalam ruangan pribadi maupun di panggung besar seperti pementasan pada umumnya. Pementasan yang dilakukan di dalam ruangan pribadi dan memiliki luas yang kecil, kita biasa menyebutnya pementasan monolog atau pementasan drama yang dilakukan dengan lebih sedikit orang. Pementasan drama yang dilakukan di atas panggung besar, biasanya dilakukan oleh sekumpulan orang dengan cara melakukan pementasan seperti biasanya, kemudian dilakukan proses perekaman, dan di masa pandemi proses tersebut dilakukan hanya oleh para aktor dan panitia penyelenggara tanpa adanya penonton.

Proses perekaman pementasan drama dapat dilakukan melalui kamera digital atau kamera ponsel. Ada satu kelebihan dari pementasan drama virtual, yakni bisa dilakukannya pengulangan pada adegan yang dirasa kurang tepat atau kurang bagus. Adegan pengulangan tersebut dapat diedit dengan video-video pementasan lainnya, sehingga video pementasan drama yang sampai ke penonton berisi pementasan dengan adegan terbaik. Setelah dilakukan proses perekaman menggunakan kamera, dapat dilakukan proses editing dengan menambahkan berbagai hal yang diperlukan, seperti membuang adegan yang dirasa kurang bagus atau menambahkan backsound.

Pementasan drama virtual yang dilakukan dengan proses perekaman, memungkinkan hasil pementasan drama terbaik yang dapat disajikan ke penonton. Tetapi, dalam proses pementasan drama virtual, bentuk pementasan tidak hanya dalam bentuk video yang telah direkam atau dalam kata lain video tersebut bukan merupakan siaran secara langsung. Pementasan drama virtual juga ada yang disajikan dengan cara melakukan siaran langsung melalui aplikasi Zoom, seperti pertunjukan pementasan drama yang telah dilakukan oleh beberapa universitas. Tetapi, kekurangan dari pementasan siaran langsung yang dilakukan dengan menggunakan aplikasi seperti Zoom, memiliki kekurangan akibat adanya kendala jaringan pada pihak penonton maupun pihak penyelenggara pementasan. Dalam siaran langsung, memungkinkan terjadinya pemutaran video yang tersendat-sendat akibat buruknya jaringan. Oleh karena itu, sangat jarang diadakan pementasan drama yang dilakukan dengan siaran langsung.

Pementasan drama virtual, memungkinkan kita sebagai penonton untuk menyaksikan pertunjukan tersebut kapan pun dan di mana pun. Selain itu, kita juga dapat menyaksikan pementasan tersebut berulang kali. Banyaknya konten video pementasan drama di aplikasi seperti YouTube, juga memungkinkan kita mendapatkan video pementasan drama yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kita. Dengan melakukan pencarian menggunakan keyword “Pementasan drama” pada mesin pencari di aplikasi Youtube, kita dapat menemukan banyak konten yang menampilkan pertunjukkan drama dalam berbagai cerita.

Kehadiran pementasan drama virtual merupakan salah satu bagian dari digitalisasi drama di Indonesia. Digitalisasi drama ini memungkinkan diadakannya berbagai pementasan drama melalui pemanfaatan teknologi digital, yang dapat disaksikan melalui smartphone yang terhubung dengan akses jaringan. Berbagai kemudahan yang ditawarkan dalam pementasan drama virtual, membuat digitalisasi drama ini banyak mendapatkan apresiasi baik dari para penonton.

Selain menguntungkan bagi penonton, digitalisasi drama juga dapat menguntungkan para pegiat drama di Indonesia. Pasalnya dengan diadakannya pementasan drama virtual, para penyelenggara pementasan dapat terus membuat pertunjukan di masa pandemi tanpa perlu khawatir akan menimbulkan kerumunan yang berisiko menularkan virus Corona. Kehadiran digitalisasi dalam ini juga dapat dimaknai sebagai pelestarian eksistensi drama di Indonesia. Sehingga, meskipun aktivitas drama di Indonesia dibatasi akibat adanya aturan pembatasan sosial, para pegiat drama tetap bisa menunjukkan eksistensinya dan melakukan latihan untuk pementasan drama virtual.

Digitalisasi drama Indonesia merupakan suatu inovasi dan solusi di tengah pandemi yang menimpa Indonesia. Keberlangsungan dari digitalisasi drama ini dapat terus berjalan bahkan setelah pandemi usai. Pegiat drama Indonesia tetap bisa meneruskan bentuk pementasan drama virtual untuk menjangkau lebih banyak penonton.